BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dinilai perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, kemajuan teknologi berpotensi memicu konflik dan mengancam persatuan jika tidak disikapi secara bijak.
Hal tersebut disampaikan Nurul Arifin dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Daruttaubah, Kota Bandung, Selasa (27/10/2026).
Nurul mengatakan, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan penting dilakukan di lingkungan Pesantren karena memiliki kedekatan dengan masyarakat serta berakulturasi dengan budaya lokal.
“Lingkungan pesantren ini lebih merakyat, berakulturasi dengan budaya, dan sudah teruji dalam keikutsertaannya menjaga negara, menjaga toleransi, kemudian juga perdamaian,” ujarnya.
Teh Nurul sapaan akrabnya, menegaskan, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan harus terus diperkuat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Sebab, teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat juga membawa tantangan, terutama jika dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang dapat memicu konflik.
“Penting kalau saya selalu mengaitkan Empat Pilar Kebangsaan ini dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi berada di sekitar kita dan bisa menjadi ancaman bagi persatuan. Teknologi bisa melahirkan konflik-konflik yang sering kali tidak kita sadari,” katanya.
Nurul juga menyoroti pentingnya keterbukaan dunia pesantren terhadap perkembangan teknologi dan isu-isu aktual. Menurutnya, para santri tidak cukup hanya mendapatkan pendidikan yang berfokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga perlu memahami dinamika sosial dan perkembangan zaman.
“Tidak bisa eksklusif hanya mendapatkan pendidikan yang terkait dengan keagamaan saja, tetapi juga harus terbuka dengan isu-isu yang aktual,” tandasnya. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
