Imbas Kemarau dan Sumber Air Berkurang, Produksi Ikan KJA di KBB Turun

Adi Haryanto
Produksi ikan KJA di Waduk Saguling dan Waduk Cirata, KBB, mengalami penurunan yang cukup signifikan imbas dari cuaca kemarau panjang dan berkurangnya pasokan air. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Produksi ikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kondisi tersebut salah satunya ditengarai oleh faktor cuaca ekstrem akibat kemarau panjang sehingga berdampak kepada budidaya ikan.

"Kemarau panjang sangat terasa sekali terhadap produksi ikan, baik dari kegiatan budidaya maupun perairan umum," tutur Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, Wiwin Aprianti, Kamis (10/9/2026).

Wiwin menyebutkan, dampaknya yang dirasakan langsung dapat terlihat pada pertumbuhan hingga kelangsungan hidup ikan. Sebab berkurangnya ketersediaan air berimbas pada budidaya ikan.

Penurunan debit air terjadi di sejumlah sumber perairan, mulai dari sungai, kolam hingga waduk. Kondisi ini turut mengurangi luas maupun volume lahan yang dapat digunakan untuk budidaya ikan.

Menurutnya, berkurangnya lahan atau volume air untuk proses budidaya berpengaruh terhadap produktivitas ikan. Secara langsung dampaknya adalah kepada hasil panen.

"Kalau presentase penurunannya disekitar 10-20% dari kondisi normal," sebutnya.

Penurunan produksi salah satunya terlihat pada budidaya ikan menggunakan keramba jaring apung (KJA).

Catatan data Dispernakan KBB menunjukkan, produksi ikan dari KJA pada triwulan I 2025 mencapai 9.922 ton. Sementara pada periode yang sama 2026, produksinya turun menjadi 9.020 ton. Sehingga produksi ikan KJA berkurang sekitar 902 ton atau sekitar 9,1% secara tahunan.

Penurunan juga terjadi pada budidaya ikan di kolam air tenang. Pada triwulan I 2025, produksi ikan dari kolam air tenang tercatat mencapai 1.550 ton.

Angka tersebut turun menjadi 1.290 ton pada triwulan I 2026. Dengan demikian, terjadi penurunan produksi sekitar 260 ton atau sekitar 16,8%. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak nyata dari berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau ini.

"Kami terus memantau kondisi sumber air dan aktivitas budidaya ikan agar jangan sampai terus mengalami penurunan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network