Sentuhan Megah dan Otopsi Emosi Patah Hati
Dari segi aransemen, "Karam" tampil beda lewat sajian balutan string section megah namun emosional, yang ditabrakkan secara kontras dengan distorsi gitar tajam khas musik post-hardcore/emo.
Secara narasi lirik, lagu ini memotret realitas emosional generasi muda ketika berada di titik terendah akibat patah hati. Fase kehancuran tersebut diibaratkan seperti bahtera yang karam di tengah samudra kelam, sebelum akhirnya dipaksa keadaan untuk bangkit dan menata kembali sisa hidup.
Garapan materi ini memakan waktu produksi selama dua bulan dengan proses pengerjaan terpisah antara Jakarta dan Cilegon. Saat ini, single "Karam" sudah resmi mengudara dan dapat dinikmati di seluruh platform pemutar musik digital (DSP).
Editor : Agung Bakti Sarasa
