“Jika kembali berhasil lolos, perolehan poin Indonesia di kompetisi Asia tentu akan meningkat, meski saat ini kami belum bisa menggeser Vietnam atau Singapura,” jelasnya.
Ferry sangat menantikan konsistensi dari kedua klub agar mampu melangkah jauh hingga putaran final. Kemenangan demi kemenangan di laga internasional akan makin memperkuat posisi tawar Indonesia dalam pemeringkatan klub Asia.
“Kami optimistis bisa mengejar mereka, meskipun hal tersebut juga bergantung pada hasil pertandingan klub-klub Vietnam dan Singapura, jika mereka mengalami kekalahan atau tersandung, peluang Indonesia untuk melewati melewatinya semakin terbuka,” ungkap Ferry.
Efek domino dari melonjaknya poin koefisien ini juga membuka peta jalan baru: potensi bertambahnya kuota tiket bagi klub-klub Tanah Air untuk tampil di pentas Asia pada edisi mendatang.
Menurut gambaran Ferry, skenario penambahan alokasi slot tersebut bisa saja terealisasi manakala wakil Indonesia mampu membawa pulang gelar juara.
“Hal lain yang penting adalah peluang penambahan slot klub Indonesia di kompetisi Asia, misalnya, jika Borneo FC menjadi juara, Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan satu slot lagi, hal serupa juga berlaku bagi Persib Bandung,” terangnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa hitung-hitungan skenario tersebut murni analisis kalkulasi matematis sesuai regulasi, dan bukan batasan bagi ambisi kedua klub untuk menaiki tangga juara tertinggi.
"Ini merupakan hitung-hitungan berdasarkan regulasi di atas kertas, bukan berarti kami tidak berharap mereka menjadi juara," ucapnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
