Inisiasi Kompetisi River Rescue Pertama di Indonesia, Ridwan Kamil: Upaya Edukasi Secara Kreatif

Rizal Fadillah
.
Sabtu, 24 September 2022 | 13:30 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Ist)

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA - Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi itu menjadikan wilayah Indonesia rawan bencana alam.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada mitigasi kebencanaan melalui inovasi dengan cara-cara yang kreatif. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas relawan dan potensi SAR melalui kompetisi Jabar Quick Response River Rescue Challenge (JRRC).

JRRC sendiri adalah kompetisi SAR sungai yang diinisiasi langsung oleh Ridwan Kamil dengan tujuan menciptakan potensi-potensi SAR yang memiliki kompetensi unggul dalam situasi krisis terutama pada bencana hidrometerologi yang mungkin terjadi di Jawa Barat.

Ridwan Kamil juga mengingatkan, bahwa dalam upaya mitigasi bencana, selain melatih para potensi SAR agar semakin mahir, upaya mengedukasi masyarakat umum dalam memahami alam dan melestarikannya juga harus terus dilakukan.

"Kita harus terus mencari cara-cara yang kreatif untuk mengedukasi masyarakat (terkait mitigasi bencana). Masyarakat kita harus hidup dengan realita yang hadir, memahami bahwa alam itu memiliki siklusnya sendiri," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (24/9/2022).

Ketua Panitia JRRC, Sandi Prisma Putra mengatakan, JRRC akan dilaksanakan pada 29 September - 2 Oktober 2022 memanfaatkan aliran Sungai Cimanuk di Kampung Patrol Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Ia menambahkan, peserta kompetisi sendiri berasal dari instansi, siswa, mahasiswa dan masyarakat umum serta komunitas se-Indonesia.

“Akan ada 60 tim yang mengikuti kompetisi dengan total 420 peserta,” ujar Sandi. 

Perlombaan sendiri terdiri dari 3 kategori lomba yakni Flip boat challenge, Z-drag rescue system challenge dan river rescue operation challenge. 

Menurutnya, latar belakang diadakannya kompetisi yang baru pertama kali digelar di Indonesia itu adalah pentingnya kemampuan operasi penyelamatan di sungai berarus deras. Mengingat, potensi bencana hidrometeorologis di Indonesia khususnya Jawa Barat sangat tinggi. 

Diharapkan, kompetisi ini juga dapat membangun dan mengembangkan jaringan relawan spesialis pada aktivitas pencarian dan pertolongan di perairan. Mengingat, Jawa Barat sendiri memiliki 2.265 sungai dan anak sungai, dimana sepanjang 2021 saja menurut data dari Basarnas, terdapat 125 penanganan SAR di perairan.

JRRC juga merupakan bentuk pembinaan sekaligus upaya Ridwan Kamil untuk memberikan ruang bagi potensi SAR di Indonesia dalam meningkatkan kompetensinya melalui kejuaraan yang berkualitas.

"Sesuai arahan Pak Gubernur, dalam rangka mewujudkan Jabar sebagai Provinsi yang tangguh bencana, JRRC adalah salah satu bentuk ikhtiar dan inovasi mitigasi kebencanaan dalam cluster edukasi dan pembinaan potensi/relawan SAR melalui ajang kompetisi penyelamatan di sungai berarus deras," tandasnya.

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini