get app
inews
Aa Text
Read Next : Menko PMK: Tol Cisumdawu Siap Digunakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Sempat Diblokade Warga, Bupati Dony Bentuk Tim Khusus Selesaikan Dampak Tol Cisumdawu

Rabu, 17 Mei 2023 | 14:03 WIB
header img
Warga tiga desa di Kabupaten Sumedang memblokade Jalan Tol Cisumdawu. (Foto: iNews.id/Bebn HVA)

SUMEDANG, iNewsBandungRaya.id - Pemkab Sumedang membentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul sebagai dampak pembangunan Tol Cisumdawu.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, saat ini tim telah bergerak ke lapangan untuk menginventarisir berbagai permasalahan tersebut untuk ditindaklanjuti.

"Tim sudah melakukan rapat yang dipimpin oleh Asisten Pembangunan Setda untuk membahas persoalan ini dan mengambil langkah-langkah segera," kata Bupati Dony menanggapi aksi unjuk rasa di ruas Tol Cisumdawu yang dilakukan masyarakat terdampak di tiga desa Kecamatan Sumedang Utara yakni Mulyasari, Sirnamulya dan Girimukti, Rabu (17/5/2023).

Menurutnya, lahan yang dituntut oleh warga dalam demo tersebut tidak berada di kawasan tol atau right of way (ROW) karena lahan yang digunakan untuk pembangunan tol semuanya sudah terbebaskan.

"Ada 19 rumah di luar ROW yang terkena longsor sebagai dampak pembangunan tol. Tim sudah mengupayakan ke Pemprov agar proses Penloknya dipercepat sehingga bisa segera dibayar ganti ruginya," ucapnya.

Bupati Dony menyebut, para warga pemilik rumah tersebut sedang diupayakan pembayaran sisa sewa hunian sementara yang belum dibayar.

"Selama mengungsi warga pemilik rumah tersebut diberi kerahiman untuk uang sewa rumah dari PT Wika namun hanya sampai bulan Februari 2023 seiring selesainya proyek. Sekarang Bagian Adpem sedang mengupayakan untuk pembayaran sisanya," jelasnya.

Sedangkan 198 rumah lainnya yang rusak berupa retak-retak, kata Bupati Dony, akan diakomodir Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan melalui program perbaikan Rutilahu.

"Perbaikan rumah di tiga desa ini akan dianggarkan di APBD Perubahan melalui Dinas Perkimtan. Bahkan akan dibangun jalan poros di Dusun Cibitung Desa Sirnamulya untuk akses warga," katanya.

Adapun mengenai areal pesawahan warga yang tidak bisa digarap karena dampak tol, Bupati Dony akan memberikan kompensasi berupa beras sejumlah panen.

"Dinas Pertanian Ketahanan Pangan sedang mendata ke lapangan, berapa kelompok petani yang terdampak sawahnya. Nanti dikalkulasikan berdasarkan perkiraan hasil panennya untuk diganti," ujarnya.

Pihaknya juga memerintahkan kepada Dinas PUTR untuk membuat proposal memperbaiki jaringan irigasi Cikopo yang melintasi ketiga desa tersebut.

"Kita akan ajukan ke Kementerian PUPR untuk perbaikan irigasi sehingga sawah warga bisa produktif kembali. Bahkan kita juga mengusulkan pembuatan embung-embung untuk mencegah banjir atau longsor ke wilayah terdampak tol," tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ratusan warga di tiga Desa memblokade ruas Tol Cisumdawu di Kawasan Sirnamulya, Sumedang, pada Selasa (16/5/2023).

Akibatnya, Ruas Tol Cisumdawu dari arah Sumedang menuju Cileunyi Bandung di KM 178 lumpuh total.

Warga menuntut penyelesaian dampak pembangunan tol yang hingga kini belum diselesaikan. Dampak tidak langsung dari pembangunan Tol Cisumdawu diantaranya adalah puluhan hektare sawah tertimbun longsir, serta rumah warga yang mengalami retak-retak.

Mediasi pun dilakukan dengan dihadiri pihak Pengelola Tol Cisumdawu serta Perwakilan Pemda Sumedang, warga pun membubarkan diri setelah 3 jam melakukan penutupan.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut