Pj Gubernur Apresiasi Kiprah Baznas Jabar Bantu Tanggulangi Kemiskinan

“Kita sudah berkomitmen bersama sebagai lembaga non struktural pemerintah, kita harus mengikuti arahan pemerintah. Baznas berkepentingan untuk berkontribusi langsung dalam penanggulangan kemiskinan,” ujar Rizaludin.
Rizaludin mengungkapkan, Baznas menargetkan penghimpunan dana zakat secara nasional sebesar Rp41 triliun.
“Target nasional penghimpunan Baznas 41 triliun artinya Baznas akan berkontribusi setidaknya 10 persen dari anggaran pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan," ungkapnya.
Dalam Rakorda Jabar tersebut, Baznas Jabar membahas sejumlah isu penting, meliputi penguatan kelembagaan Baznas Jabar dengan Baznas kabupaten/kota sebagai lembaga pemerintah non-struktural (LNS), peningakatan kerjasama dengan program-program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong transformasi digital dalam pengelolaan zakat yang transparan dan memiliki tata kelola yang baik (Good Corporate Governance).
Dalam segi literasi hukum dan tindak pidana, Baznas Jabar menghadirkan pembicara dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Cianjur, Amalia Sari, selaku Kepala seksi tindak pidana khusus kejaksaan negeri Cianjur.
“Dana yang dikelola oleh Baznas masuk kedalam kategori harta yang tidak dipisahkan dari keuangan negara. Tentu perlu hati hati dalam pengelolaannya. Setiap dana yang dihimpun dan didistribusikan lewat program atau dalam bentuk apapun harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar. Landasan hukum dalam pengelolaan dana zakat sudah jelas diatur dalam undang undang,” tandasnya.
Editor : Zhafran Pramoedya