Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kolaborasi Peduli Alam, UNPAR dan BLDF Sukses Tanam Ribuan Bibit Pohon
Advertisement . Scroll to see content

Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Dosen Unpar Syarif Maulana Dinonaktifkan

Rabu, 15 Mei 2024 | 14:00 WIB
  • author Rizal Fadillah
Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Dosen Unpar Syarif Maulana Dinonaktifkan
Ilustrasi pelecehan seksual.(Foto: Ist)

Unpar memastikan, akan terus mengawal kasus ini, sesuai dengan komitmen UNPAR untuk menjamin kampus aman tanpa kekerasan seksual. 

"Apabila diperlukan, UNPAR juga akan memberikan pendampingan bagi sivitas akademika UNPAR yang menjadi korban tindakan kekerasan seksual mencakup pemberian layanan konseling, layanan kesehatan, dan bantuan hukum," tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Syarif Maulana mengakui atas tindakan kekerasan seksual yang dilakukannya. Pengakuan itu disampaikan Syarif Maulana melalui akun media sosial X (dulu Twitter) @syarifmaulini, yang diunggah pada 10 Mei 2024 pukul 11.31 WIB.

"Nama saya syarif maulana. Menyikapi postingan yang beredar di X dan media sosial lainnya, saya memohon maaf sebesar-besarnya dan menyampaikan pengakuan sebagai berikut: Saya mengaku bersalah atas perbuatan mengirimkan pesan lewat Whatsapp, DM X, atau Instagram pada sejumlah orang yang saya kenal langsung atau sebatas mutual di media sosial, yang berisi pesan genit dan flirting seperti permintaan foto diri (PAP), ajakan untuk bertemu, ajakan untuk berelasi, dan dalam kasus tertentu berujung pada pengiriman pesan mesum, tidak sopan dan tidak senonoh hingga ajakan untuk berhubungan seksual, yang menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan trauma pada korban," kata Syarif.

"Saya mengaku bersalah atas perbuatan yang dilakukan pada saat pertemuan tatap muka dengan sejumlah orang yang saya kenal langsung, yang menunjukkan dan menyampaikan pesan genit dan flirting, yang dalam kasus tertentu berujung pada pesan mesum, tidak sopan dan tidak senonoh berupa ajakan berelasi hingga ajakan berhubungan seksual, yang menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan trauma pada korban," tambahnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut