get app
inews
Aa Text
Read Next : Cek Izin Perumahan di Cilame, Komisi III Sebut Legalitasnya Resmi Dikeluarkan Pemda KBB

Sidak Objek Wisata Baru di Lembang, DPRD KBB Sebut Pengelola Kantongi Izin Resmi

Kamis, 27 Maret 2025 | 23:41 WIB
header img
Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys beserta anggotanya memperlihatkan site plan dan perizinan yang telah dikantongi oleh pengelola wisata Autopia Park di Lembang. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan sidak ke lokasi yang akan dijadikan objek wisata di Lembang.

Objek wisata baru itu rencananya akan dibangun di lahan eks Grand Hotel Lembang dengan konsep edukasi.

Destinasi wisata itu bernama Autopia Park yang merupakan wisata museum otomotif dan dilengkapi sejumlah wahana menarik.

Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, kedatangan pihaknya ke lokasi proyek Autopia Park untuk mengecek soal kelengkapan perizinan yang telah dikantongi.

Selain itu, Komisi III DPRD KBB juga mendengar adanya informasi soal lahan yang berbatasan dengan lahan Yayasan Pendidikan Keluarga Al Musyawarah (YPKM) Baru Adjak.

"Kami tadi diperlihatkan site plannya dan juga perizinannya, semua lengkap. Apalagi sudah mengantongi PBG, itu berarti mereka sudah dapat melaksanakan pembangunan," ucapnya, Selasa (25/3/2025).

Sementara terkait dengan lahan yang berbatasan dengan yayasan pendidikan, pihaknya melihat tidak ada persoalan. Mengingat pihak pengelola tidak mengambil lahan tersebut, bahkan ternyata cukup jauh dari yayasan.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD KBB, Asep Dedi berharap, ketika melaksanakan pembangunan pengelola dapat melibatkan warga sekitar.

Begitupun ketika sudah beroperasi juga mempekerjakan warga setempat sebagai karyawan.

"Pesan kami, perusahaan mengakomodir tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga setempat hanya menjadi penonton," kata politisi PKB ini.

Pihak pengelola yang diwakili oleh partner PT Wahana Autopia Indonesia, Reza Widjadja menyebutkan, Autopia Park akan menjadi museum otomotif pertama di Indonesia. Total lahan yang akan dipakai museum luasnya hanya 1,7 hektare dari luas keseluruhan 10 hektare.

Dia memastikan untuk saat ini pelaksanaan pembangunan fisik belum dilakukan dan rencananya baru akan dimulai setelah Idul Fitri. Adapun terkait perizinan semua sudah ditempuh dan lengkap.

"Izin-izin sudah dikantongi, seperti izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)," terangnya.

Reza menjelaskan, Autopia Park memiliki konsep edutainment yaitu memadukan antara pendidikan (education) dan hiburan (entertainment). Akan dibangun galery mobil antik sampai masa depan.

Tidak hanya sekadar mobil tua, tapi juga kendaraan langka akan ditampilkan. Nanti juga akan ditampilkan mobil-mobil terkini dan mobil masa depan juga akan dihadirkan.

Dia pun memastikan, bangunan heritage yang ada di bekas Grand Hotel Lembang tidak akan dibongkar dan tetap dijaga. Pihaknya akan tetap mempertahankan sebagai bagian dari destinasi wisata.

"Di sini heritage akan dijaga, ada dua gedung bangunan tetap utuh tidak dibongkar. Ruang terbuka hijau juga akan dominan dibandingkan dengan bangunan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut