get app
inews
Aa Text
Read Next : Gerak Cepat Dedi Mulyadi Atasi Berbagai Persoalan di Jabar, Pakar: Fenomena Ki Sunda

Tanya Dedi Mulyadi Lulusan Mana, Prabowo: Yang Penting Cinta Rakyat

Senin, 07 April 2025 | 19:00 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Panen Raya di Majalengka, Senin (7/4/2025). Foto: YouTube Sekretariat Presiden.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungannya di Desa Rendegan Wetan, Kecamattan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka melakukan audesi dengan 14 Gubernur yang dilakukan secara virtual Senin (7/4/2025).

Dalam audiensi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan yang dirumuskannya sejak memimpin pemerintahan bersifat masuk akal dan membumi, bukan sekadar hasil pemikiran orang-orang yang "terlalu pintar".

Menurutnya, orang yang terlalu pintar justru terkadang tidak menghasilkan apa-apa.

“Saya sangat bahagia. Saya menerima mandat pada 20 Oktober, dan kini memasuki bulan keenam. Dengan niat baik semua pihak yang diberi amanah oleh rakyat, kita menjalankan kebijakan yang masuk akal bukan kebijakan yang hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang terlalu pintar,” ujar Prabowo sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

"Kadang-kadang orang terlalu pintar malah nggak jadi apa-apa, ya kan?" lanjutnya.

Dalam sambutannya, Prabowo menyapa sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Ini saya lihat, Kang Dedi lulusan mana? Bukan dari Amerika? Oh, Purwakarta. Pak Amran juga bukan lulusan luar negeri? Dari kampung ya? Pak Zulkifli dari mana? Lampung? Anda nggak ke Oxford?" canda Prabowo disambut tawa hadirin.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa bangsa ini tetap membutuhkan orang pintar. Namun yang lebih utama adalah mereka yang memiliki akal sehat dan cinta pada rakyat.

"Kita butuh orang-orang pintar, tapi yang paling penting adalah mereka yang punya akal sehat dan benar-benar cinta rakyat. Karena mereka berasal dari rakyat," tegasnya.

Prabowo juga mengapresiasi peran para petani sebagai pilar utama ketahanan negara. Ia menilai elit-elit di Jakarta sering kali kurang memahami betapa pentingnya peran petani.

“Para petani adalah tulang punggung bangsa. Mereka adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Saya sudah berkali-kali katakan, tanpa pangan, tidak ada NKRI,” pungkasnya.

Editor : Zhafran Pramoedya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut