Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Desakan Ekonomi Jadi Motif Orang Tua Jual Anak ke Sindikat Pedagangan Manusia
Advertisement . Scroll to see content

Diduga Ada Sperma dari 2 Pria di Tubuh Korban Pemerkosaan Dokter PPDS, Dirreskrimum: Kami Tes DNA

Kamis, 10 April 2025 | 15:32 WIB
  • author Agus Warsudi
Diduga Ada Sperma dari 2 Pria di Tubuh Korban Pemerkosaan Dokter PPDS, Dirreskrimum: Kami Tes DNA
Priguna Anugrah Pratama, dokter PPDS anwstesi diduga memperkosa lebih dari satu perempuan di RSHS Bandung. (Foto: Humas Polda Jabar)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Informasi beredar di media sosial (medsos) menyebutkan terdapat cairan sperma dari dua pria di tubuh FH (21) korban pemerkosaan Priguna Anugrah Pratama atau PAP (31), dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. 

Untuk memastikannya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar melakukan tes DNA terhadap sampel sperma di tubuh korban. Tes DNA juga dilakukan untuk mendapatkan bukti kuat bahwa tersangka Priguna adalah pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap korban. 

"Nah soal tadi yang sperma, kemarin kami sudah disimpan dibekukan. Kan harus diuji. (Sperma) dari di kemaluan korban, uji DNA korban, dan juga yang di kontrasepsi itu. Jadi ini (sampel sperma) kami kirim ke laboratorium," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan kepada wartawan di Mapolda Jabar.

Kombes Surawan menyatakan, saat ini kondisi korban FH telah membaik tapi masih sedikit trauma. Korban FH diperkosa pelaku Priguna selama tiga jam di lantai 7 Gedung MCHC dari pukul 00.30 hingga 03.30 WIB. 

Interaksi antara pelaku PAP dengan korban FH tidak lama. Mereka bertemu di IGD RSHS sekitar pukul 17.00 WIB. Korban datang ke RSHS mengantarkan ayahnya yang tengah kritis dan butuh transfusi darah. 

Editor: Agus Warsudi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut