Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Adaptasi Teknologi di Era Modern, Lansia di Indramayu Dikenalkan Literasi Digital
Advertisement . Scroll to see content

Antisipasi Kejahatan Dunia Maya, Nurul Arifin Tekankan Pentingnya Literasi Digital

Selasa, 16 Desember 2025 | 16:05 WIB
  • author Abbas Ibnu Assarani
Antisipasi Kejahatan Dunia Maya, Nurul Arifin Tekankan Pentingnya Literasi Digital
Anggota DPR RI Nurul Arifin saat menjadi pembicara seminar Literasi Digital ‘Keamanan Digital’ yang diinisiasi Komdigi di Hotel Horison, di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (16/12/2025). (Foto:Bas)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang teknologi.

Penekanan tersebut disampaikan Nurul Arifin saat menjadi pembicara seminar Literasi Digital ‘Keamanan Digital’ yang diinisiasi Komdigi di Hotel Horison, di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (16/12/2025).

Dikatakan Nurul Arifin, literasi digital menjadi sangat penting bagi masyarakat agar tidak terperangkap dalam satu kesalahan yang akhirnya terkena undang-undang ITE atau undang-undang perlindungan data pribadi.

“Jadi kejahatan di dunia maya itu kan banyak ya. Kalau yang yang mainstream itu kejahatan, satu, judi online, kemudian pornografi, kemudian penipuan dan satu lagi penipuan lewat ya ada fishing. Jadi di sini kita memberikan satu pendidikan literasi digital,” kata Nurul Arifin.

Menurutnya, banyak dampak negatifnya dari hal-hal buruk yang ada di dunia digital. Kemudian juga sebenarnya di ending-nya adalah kewaspadaan dan kesadaran pribadi.

“Kalau sudah paham tentang literasi digital tapi tanpa mawas diri kemudian kesadaran untuk cross check satu berita yang hoax ataupun apa, kita tidak paham betul begitu ya,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, Komisi I DPR RI tengah gencar-gencarnya melakukan edukasi kepada masyarakat tentang undang-undang ITE. Menurutnya, undang-undang ITE, merupakan payung hukum yang menjadi pelindung bagi masyarakat.

“Literasi digital ini menjadi satu pegangan, supaya kita tidak terbawa arus. Kalau ada berita-berita yang belum tahu pasti ataupun hoax harus dikonfirmasi, di cek kroscek gitu ya. Kan kita suka malas kan. Nah, itu akhirnya jadi backfire ke kita sendiri,” ucapnya. (*)

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut