Tak Cukup Solusi Cepat, Dibutuhkan Strategi Jangka Panjang Tangani Banjir Bandung
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Penanganan banjir di Kota Bandung kini menjadi sorotan DPR RI. Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I, Nurul Arifin, menilai berbagai upaya yang sedang dilakukan pemerintah kota menunjukkan keseriusan. Namun, ia menekankan perlunya perencanaan jangka panjang yang menyeluruh, mencakup seluruh aliran dari hulu hingga hilir.
Menurut Nurul, yang juga anggota Fraksi Partai Golkar, banjir di Bandung bukan masalah baru. Kondisi ini merupakan akumulasi dari tata ruang yang kurang optimal, kerusakan lingkungan, dan infrastruktur yang tertinggal dibanding laju perubahan iklim dan pertumbuhan urbanisasi. Ia menyoroti kondisi geografis Bandung sebagai wilayah cekungan, sehingga kota ini mudah tergenang saat aliran air dari daerah sekitarnya meningkat.
“Kita harus objektif melihat bahwa Bandung ini posisinya rentan. Air dari wilayah hulu masuk ke kota dengan debit besar, sementara daya tampung sungai dan drainase tidak selalu siap. Jadi wajar kalau pemerintah kota mengambil langkah cepat untuk mengurangi dampak banjir yang dirasakan warga,” ujar Nurul saat memberikan tanggapan, Rabu (28/1/2026).
Nurul menilai langkah-langkah Pemkot Bandung seperti pemasangan sensor peringatan dini, optimalisasi pompa air, hingga rencana pembangunan hidro chamber di kawasan rawan banjir merupakan solusi jangka pendek yang realistis. Menurutnya, tindakan ini penting untuk menekan risiko langsung terhadap keselamatan warga sekaligus meminimalkan kerugian ekonomi saat hujan ekstrem terjadi.
“Solusi jangka pendek itu memang harus ada. Pompa, hidro chamber, pintu air, dan penataan saluran adalah bentuk kehadiran negara yang langsung dirasakan masyarakat. Ini penting agar banjir tidak selalu berujung pada kepanikan dan kerusakan besar,” tegas Nurul.
Editor : Agung Bakti Sarasa