get app
inews
Aa Text
Read Next : Komitmen Tinggi dan Strategi Terencana Jadi Kunci Prestasi

Perusahaan di Indonesia Wajib Waspadai 4 Red Flag Backup Data di 2026

Sabtu, 27 Desember 2025 | 19:14 WIB
header img
Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc membeberkan 4 red flags yang wajib diwaspadai perusahaan di Indonesia pada 2026. (FOTO: ISTIMEWA)

Visibilitas Data Terfragmentasi dan Terbatas

Pertumbuhan bisnis sering kali membuat data tersebar di berbagai platform, lokasi penyimpanan, atau bahkan antar divisi. 

Kurangnya visibilitas menyeluruh tidak hanya menurunkan efisiensi, tetapi juga meningkatkan risiko adanya data ganda atau data yang tidak terlindungi. 

Tantangan kepatuhan pun muncul ketika perusahaan kesulitan melacak data apa saja yang dimiliki dan di mana lokasinya.

“Ketika sistem berjalan secara terpisah, perusahaan akan kesulitan memastikan apakah seluruh infrastrukturnya benar-benar aman,” kata Clara. 

Dia menjelaskan, perlindungan data terintegrasi dan pemantauan terpusat akan menjadi semakin krusial bagi perusahaan Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional dan regulasi pada 2026.

Sebagai contoh, ujar Clara, saat ini semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi platform yang memungkinkan pengelolaan backup dilakukan secara terpusat.

“Dengan satu tampilan terpadu, tim IT dapat memantau perlindungan data secara menyeluruh serta memperkuat tata kelola data,” ujarnya. 

Pendekatan ini tercermin dalam solusi seperti Synology ActiveProtect, yang dirancang untuk membantu organisasi mengelola kompleksitas data yang terus berkembang.

Backup Tidak Diamankan dengan Baik

Memiliki backup tidak otomatis menjamin data dapat dipulihkan. Jika backup masih dapat diakses atau dienkripsi oleh penyerang, perusahaan tetap berisiko kehilangan seluruh data dalam satu insiden. 

Banyak organisasi masih mengandalkan satu salinan backup, tanpa perlindungan tambahan.

“Bayangkan serangan ransomware yang tidak hanya menyerang sistem utama, tetapi juga lokasi backup. Banyak perusahaan baru menyadari celah ini ketika satu-satunya salinan data bersih sudah tidak bisa digunakan,” ucap Clara.

Untuk itu, ujar Clara, penerapan backup immutable, penyimpanan off-site, dan pengujian pemulihan secara berkala menjadi elemen penting agar data benar-benar siap digunakan saat dibutuhkan. 

Solusi modern seperti ActiveProtect kini telah mengintegrasikan air-gapped repositories, perlindungan immutable backup, serta verifikasi pemulihan otomatis untuk memastikan proses restore berjalan dengan andal.

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut