get app
inews
Aa Text
Read Next : PBJT di Kawasan PT Palawi Risorsis Belum Disetor ke Pemda KBB, Ini Penjelasan Manajemen

Unjuk Kekuatan! Kapal Selam Otonom dan Frigate Merah Putih Jadi Sinyal Kebangkitan Industri Maritim

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:12 WIB
header img
Kehadiran KSOT dan Kapal Frigate Merah Putih – KRI Balaputradewa?322 jadi bukti kemampuan industri pertahanan nasional menciptakan alutsista modern sekaligus memperkuat kedaulatan laut. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Kebangkitan PT PAL Indonesia menuju perusahaan yang berdaya saing global menjadi momentum penguatan sektor kemaritiman.

Transformasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga membuka peluang pengelolaan sumber daya laut yang lebih produktif, berkelanjutan, serta berbasis teknologi dan inovasi.

Keberhasilan PT PAL dipandang sebagai sinyal positif kebangkitan industri maritim nasional, yang berperan strategis dalam mendukung pertahanan negara, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Dua produk terbarunya, Kapal Selam Otonom Tempur (KSOT) dan Kapal Frigate Merah Putih – KRI Balaputradewa‑322 (BPD). Menjadi bukti nyata kemampuan industri pertahanan nasional menciptakan alutsista modern sekaligus memperkuat kedaulatan laut.

KSOT, kapal selam tanpa awak yang baru saja melakukan uji tembak torpedo perdana di perairan Surabaya pada 30 Oktober 2025, menandai lompatan besar teknologi pertahanan laut.

Dirancang untuk operasi tempur otonom dan pengintaian bawah laut, KSOT menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menciptakan alutsista modern yang inovatif.

Sementara itu, Kapal Frigate Merah Putih – KRI Balaputradewa‑322, sebagai frigate pertama dari dua unit pesanan Kementerian Pertahanan RI, memperkuat armada TNI AL.

Kapal ini adalah platform tempur multirole yang tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi nasional, tetapi juga kapasitas industri pertahanan Indonesia membangun kekuatan laut secara mandiri.

Akademisi dan pakar manajemen sumber daya manusia, Prof Achmad Tjachja Nugraha menilai transformasi PT PAL menunjukkan pentingnya kepemimpinan strategis, tata kelola organisasi yang sehat.

Serta penguatan kualitas SDM dalam mengangkat BUMN strategis dari ambang krisis menjadi institusi berdaya saing global.

“Keberhasilan PT PAL tidak hanya diukur dari produksi kapal atau kinerja keuangan, tetapi juga dari keberhasilan membangun SDM unggul dan melakukan reformasi struktural,” kata Prof Achmad di Bandung, Jumat (2/1/2026).

Menurut Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, capaian itu menegaskan kuatnya fondasi industri maritim nasional. Tercermin dari peningkatan pendapatan dan backlog kontrak bernilai besar.

Ia menegaskan PT PAL diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen alutsista laut, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi teknologi maritim yang memberi manfaat langsung bagi sektor perikanan dan nelayan.

“Sebagai negara maritim, pengembangan teknologi kapal, sistem navigasi, dan inovasi kelautan harus diarahkan untuk memperkuat pertahanan sekaligus mendukung ekonomi kelautan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum KASAI, Prof Achmad menyatakan penguatan industri perkapalan nasional memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pertahanan laut yang kuat dan ekonomi kelautan yang produktif perlu dibangun secara beriringan.

Ia menambahkan transformasi PT PAL dapat menjadi rujukan bagi BUMN strategis lainnya, khususnya dalam hal restrukturisasi organisasi, peningkatan kompetensi SDM, pembangunan ekosistem industri terintegrasi, serta kepastian regulasi.

“Transformasi memerlukan keberanian mengambil keputusan dan dukungan kebijakan yang konsisten,” katanya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut