Insiden Pembunuhan di RSUD Majalaya, Pihak RS Klarifikasi Status Pelaku dan Korban
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya memberikan klarifikasi terkait insiden maut yang terjadi di lingkungan rumah sakit dan menewaskan seorang petugas cleaning service.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa korban maupun pelaku bukan merupakan karyawan internal RSUD Majalaya.
Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 05.04 WIB dan langsung berkoordinasi untuk memastikan kondisi di lokasi.
“Kejadian itu bukan melibatkan karyawan rumah sakit, tetapi petugas dari outsourcing pihak ketiga sebagai penyedia jasa penunjang di RSUD Majalaya,” kata Agus, Senin (5/1).
Menurut Agus, tenaga outsourcing yang bertugas di RSUD Majalaya berada di bawah pengelolaan perusahaan penyedia jasa, termasuk aspek pembinaan, pengawasan teknis, hingga pertanggungjawaban administrasi.
“Pengelolaan secara penuh ada di pihak ketiga. Rumah sakit hanya melakukan pengawasan terbatas pada hasil pekerjaan sesuai standar mutu yang disepakati,” ujarnya.
Agus menegaskan, baik korban maupun pelaku sama-sama bertugas sebagai petugas outsourcing di RSUD Majalaya. Lokasi kejadian juga berada di lantai 2 area pelayanan poliklinik yang sudah tidak beroperasi setelah jam pelayanan berakhir pada pukul 14.00 WIB sehingga relatif sepi.
"Lokasi kejadian itu ada di lantai 2 di pelayanan poliklinik ya. Pelayanan poliklinik paling itu ada aktivitas itu hanya sampai jam 2 siang di saat pelayanan. Jadi setelah jam 2 enggak ada kegiatan. Nah, kalau kita lihat kan pelaku dan korban itu adalah koordinator dan pelaksana. Jadi mereka bisa masuk ke mana aja. Mungkin aja kan punya akses masuk karena mereka sudah biasa ada di lingkungan pekerjaannya," katanya.
Terkait kronologis dan motif kejadian, Agus menyatakan pihak RSUD tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses penyidikan kepolisian.
“Untuk kronologis dan motif, itu sudah menjadi ranah penyidik. Kami khawatir jika menyampaikan informasi yang belum pasti justru menimbulkan kesimpangsiuran,” katanya.
Ia juga memastikan pihak RSUD Majalaya bersikap kooperatif dengan kepolisian. Rekaman CCTV di lokasi kejadian telah diserahkan kepada penyidik Polresta Bandung berdasarkan permintaan resmi.
Sementara itu, kepolisian mengungkap korban berinisial FA (24), petugas cleaning service, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Pelaku berinisial R alias SA (43) yang merupakan atasan korban, menyerahkan diri ke Polresta Bandung dan mengakui perbuatannya.
Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Polresta Bandung untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Editor : Rizal Fadillah