Charity Musik di Djaleo Cafe, Musisi Bandung Galang Dana untuk Pemain Keyboard D’Express
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Semangat solidaritas kembali membara di skena musik Kota Kembang. Sejumlah musisi lintas generasi berkumpul di Djaleo Cafe, Jalan Bengawan 75 untuk menggelar aksi charity musik.
Langkah nyata ini bertujuan membantu Anton, pemain keyboard dari band blues ternama asal Bandung, D’Express, yang kini tengah berjuang melawan sakit.
Anton sudah cukup lama menderita stroke. Kondisinya kian menurun setelah ia terjatuh dan mengalami pergeseran tulang kaki.
Kabar tersebut memicu gerak cepat para rekan sejawat dan relawan untuk menggalang dukungan medis bagi pria yang akrab disapa Kang Anton.
Ketua penyelenggara, Dewi, menjelaskan bahwa seluruh donasi yang terkumpul akan menyokong proses perawatan lanjutan Kang Anton di RS Hermina melalui program Universal Health Coverage (UHC).
"Ini bentuk kepedulian kami sebagai sesama musisi. Kami hanya ingin membantu semampunya agar bisa sedikit meringankan beban Kang Anton," ujar Dewi dikutip Minggu (18/1/2026).
Aksi solidaritas semacam ini bukanlah hal baru bagi Dewi dan rekan-rekannya. Sebelumnya, mereka juga rutin menggalang dana untuk musisi lain yang membutuhkan bantuan, seperti Kang Isan Blues, Kang Ganjar, hingga almarhum Kang Cemong.
Acara berlangsung hangat dengan penampilan sederet nama yang sudah tidak asing lagi di telinga penikmat musik Bandung.
Nama-nama seperti Primitif Band, D'Express, Mobidik, Ferrari, Niki Kola, Dewi Geger, Rini Suta, hingga Kang Eda naik ke panggung secara sukarela tanpa bayaran.
Dukungan penuh juga datang dari pengelola Djaleo Cafe. Wawan, selaku manajemen kafe, menyediakan ruang dan fasilitas agar acara ini dapat terlaksana dengan baik.
"Alhamdulillah, saya bisa ikut membantu memfasilitasi gelaran ini. Meskipun tempatnya tidak besar, setidaknya para musisi punya ruang untuk menggalang dana bagi teman sejawat yang sangat membutuhkan," ungkap Wawan.
Dari Panggung Musik ke Dunia Hukum
Ada sosok menarik di balik suksesnya acara ini. Sang ketua penyelenggara, Dewi, ternyata memiliki rekam jejak panjang di dunia tarik suara sebagai mantan vokalis grup Staccato.
Meski kini ia telah beralih profesi menjadi seorang advokat, kecintaannya terhadap dunia musik dan komunitasnya tetap tak luntur.
“Sekarang bernyanyi lebih untuk mengisi waktu saja. Dulu itu mata pencaharian, sekarang lebih ke hobi,” tambahnya sembari tersenyum.
Melalui kegiatan ini, para musisi Bandung membuktikan bahwa musik bukan sekadar hiburan. Di balik melodi blues yang mereka mainkan, tersimpan kekuatan gotong royong yang mampu merangkul rekan yang sedang terjatuh. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga sebagai identitas kuat insan seni di Jawa Barat.
Editor : Abdul Basir