Bandung Zoo Dibuka Tanpa Audit Terbuka, Kesejahteraan Satwa Dipertaruhkan
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Geopix kembali menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait keputusan dibukanya kembali Bandung Zoo untuk kunjungan masyarakat. Pembukaan tersebut dinilai dilakukan tanpa adanya penjelasan terbuka mengenai proses evaluasi maupun audit pengelolaan kebun binatang kepada publik. Situasi ini semakin memicu perhatian setelah muncul dugaan kondisi sejumlah satwa liar yang dilindungi, seperti orangutan, gajah, dan monyet hitam, yang disebut membutuhkan penanganan serius dan penilaian menyeluruh, khususnya dari sisi kesejahteraan dan perawatan.
Konflik pengelolaan yang telah berlangsung lama membuat langkah pembukaan kembali kebun binatang dinilai berisiko jika tidak didahului dengan kepastian bahwa seluruh aspek kesejahteraan satwa benar-benar terpenuhi. Hal ini ditegaskan oleh Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, yang menilai keselamatan satwa harus menjadi syarat mutlak sebelum akses publik kembali dibuka.
“Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak. Bahkan kelayakan tersebut tidak sekedar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, tetapi para pihak juga harus memastikan aspek-aspek pengelolaan lainnya telah siap secara utuh seperti kesejahteraan tenaga kerja serta yang lebih penting kesejahteraan satwa-satwanya. Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stress Orangutan, Gajah dan Monyet Hitam, sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan”, ujar Annisa dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa (20/1/2026).
Kekhawatiran tersebut turut diperkuat oleh pandangan ahli biologi satwa liar. Indira Nurul Qomariah, Senior Biologist sekaligus Wildlife Curator dari Center for Orangutan Protection, menjelaskan bahwa kondisi fisik yang terlihat pada primata dapat menjadi indikator serius terhadap masalah kesehatan maupun tekanan psikologis.
“Pada primata termasuk orangutan dan monyet hitam, kebotakan di lengan dan kaki bawah dapat disebabkan oleh adanya penyakit kulit, malnutrisi, atau stres (akibat kebosanan atau kebiasaan kompulsif) yang memicu perilaku seperti overgrooming. Kebotakan dapat juga disebabkan oleh penyakit genetik seperti alopecia. Perlu dilakukan pemeriksaan medis dan observasi perilaku lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebotakan tersebut”, jelas Indira.
Editor : Agung Bakti Sarasa