Cerita Pedagang Es Kue Jadi Korban Fitnah: Saya Ditonjok, Ditendang, Baru Dikasih Duit
"Sudah bonyok baru dikasih duit," ujarnya.
Empat hari setelah kejadian, Sudrajat berhenti berjualan. Bukan karena dagangan habis, tetapi karena trauma.
"Pusing kepala saya. Kapok," katanya.
Padahal, Kemayoran adalah wilayah langganannya. Setiap hari, ia bisa membawa pulang keuntungan bersih Rp200–300 ribu. Es diambil dari bosnya di Depok dengan setoran Rp500 per buah, lalu dijual Rp2.000.
Kini, ia berencana mengubah rute dagang ke Mangga Besar dan Sawah Besar, menghindari lokasi kejadian.
"Besok saya dagang lagi," katanya.
Aparat TNI dan Polri yang mengamankan Sudrajat kemudian meminta maaf. Melansir detikNews, pengamanan itu semata untuk memastikan keamanan masyarakat.
Permintaan maaf disampaikan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam.
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Aiptu Ikhwan.
Editor : Agung Bakti Sarasa