Cerita Pedagang Es Kue Jadi Korban Fitnah: Saya Ditonjok, Ditendang, Baru Dikasih Duit
Ia menambahkan bahwa tindakan keduanya semata-mata respons cepat atas laporan masyarakat yang khawatir dengan dugaan makanan berbahaya.
"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya," jelasnya.
Mereka mengaku terlalu cepat menyimpulkan tanpa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) dan menekankan tidak bermaksud mencemarkan nama baik Sudrajat.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah," imbuhnya.
Pihak kepolisian juga telah melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil Labfor, tidak ada bahan berbahaya dalam es yang dijual Sudrajat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," katanya.
Tim penyidik juga menelusuri tempat pembuatan es di Depok dan memastikan tidak ada penggunaan spons, sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
"Hasilnya tetap konsisten: tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons," ujar Roby.
Editor : Agung Bakti Sarasa