get app
inews
Aa Text
Read Next : 2.184 Orang Tewas akibat 9.016 Kecelakaan Lalu Lintas di Jawa Barat pada 2025

Peta Rawan Bencana Tak Digubris, Hampir Seluruh Jawa Barat Terancam Gerakan Tanah

Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:54 WIB
header img
Evakuasi longsor di Kampung Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Foto: iNews/ M Rafki.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebenarnya telah menyiapkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Dokumen tersebut memuat informasi rinci mengenai area yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana, salah satunya longsor.

Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi, Oktori Prambada, menjelaskan bahwa peta tersebut tidak hanya menyoroti wilayah besar, tetapi juga menjangkau kawasan pedesaan yang dinilai rentan. Setiap zona diberi penanda warna berbeda untuk menunjukkan tingkat bahaya sekaligus menyesuaikan dengan rencana tata ruang.

Pembaruan peta dilakukan secara berkala setiap tahun dan dapat mengalami perubahan dalam hitungan bulan mengikuti dinamika kondisi alam. Namun, data penting ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh banyak pemerintah daerah sebagai acuan mitigasi.

"Hanya 28 persen hingga 30 persen di Indonesia (manfaatkan peta kerawanan bencana) yang patuh dan mengikuti. Ini hasil survei dari 2024 dan memang ada sekitar 70 persen yang tidak memanfaatkan peta ini," kata Oktori dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

Pelaksana harian (Plh) PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto, menegaskan bahwa keberadaan peta rawan bencana bukanlah informasi baru. Menurutnya, tantangan utama justru terletak pada kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat dalam menindaklanjuti peringatan tersebut.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut