Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Peta Rawan Bencana Tak Digubris, Hampir Seluruh Jawa Barat Terancam Gerakan Tanah

Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:54 WIB
  • author Aga Gustiana
Peta Rawan Bencana Tak Digubris, Hampir Seluruh Jawa Barat Terancam Gerakan Tanah
Evakuasi longsor di Kampung Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Foto: iNews/ M Rafki.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebenarnya telah menyiapkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Dokumen tersebut memuat informasi rinci mengenai area yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana, salah satunya longsor.

Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi, Oktori Prambada, menjelaskan bahwa peta tersebut tidak hanya menyoroti wilayah besar, tetapi juga menjangkau kawasan pedesaan yang dinilai rentan. Setiap zona diberi penanda warna berbeda untuk menunjukkan tingkat bahaya sekaligus menyesuaikan dengan rencana tata ruang.

Pembaruan peta dilakukan secara berkala setiap tahun dan dapat mengalami perubahan dalam hitungan bulan mengikuti dinamika kondisi alam. Namun, data penting ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh banyak pemerintah daerah sebagai acuan mitigasi.

"Hanya 28 persen hingga 30 persen di Indonesia (manfaatkan peta kerawanan bencana) yang patuh dan mengikuti. Ini hasil survei dari 2024 dan memang ada sekitar 70 persen yang tidak memanfaatkan peta ini," kata Oktori dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

Pelaksana harian (Plh) PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto, menegaskan bahwa keberadaan peta rawan bencana bukanlah informasi baru. Menurutnya, tantangan utama justru terletak pada kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat dalam menindaklanjuti peringatan tersebut.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut