Macan Tutul Pacet Dipastikan Sehat dan Responsif, BBKSDA Jabar Lanjutkan Observasi
Ia menjelaskan macan tutul jawa memiliki daya jelajah tinggi karena kebutuhan ruang hidup yang luas.
“Dia mamalia karnivora besar dengan kemampuan jelajah yang kuat dan bisa melintas cukup jauh,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan adanya macan tutul lain di wilayah tersebut, Vitriana menilai hal tersebut masih memerlukan kajian lanjutan.
Ia menjelaskan bahwa macan tutul jantan umumnya memiliki wilayah teritorial sendiri dan bersifat agresif terhadap jantan lain.
“Apakah ada yang lain atau tidak, itu perlu penelitian lebih lanjut. Mereka bisa berbagi ruang dan waktu, jadi kemungkinan melintas tetap ada,” katanya.
Vitriana juga mengingatkan bahwa macan tutul jawa merupakan satwa dilindungi sekaligus identitas fauna Jawa Barat yang telah ditetapkan melalui keputusan gubernur pada 2005.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa endemik tersebut.
“Kita harus bangga sekaligus bertanggung jawab. Ini satwa kebanggaan Jawa Barat yang harus dilestarikan agar tidak punah,” tegasnya.
Ia mengapresiasi warga Pacet yang berhasil mengevakuasi macan tutul tanpa membunuhnya. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi.
Ke depan, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi call center BBKSDA Jawa Barat apabila menemukan satwa dilindungi di lingkungan sekitar, agar penanganan dapat dilakukan oleh petugas secara aman dan profesional.
Editor : Rizal Fadillah