ARS University Wisuda 393 Lulusan, Rektor Dorong Mahasiswa Miliki Sikap Mental Istimewa
Kemampuan Entrepeneur
Disinggung tentang ketimpangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan lapangan pekerjaan, Rektor mengatakan, ARS juga mendorong mahasiswa memiliki kemampuan entrepreneur.
Bahkan ARS University memiliki start up yang telah bekerja sama dengan beberapa platform dan digunakan.
Dengan kemempuan entreprenur, lulusan ARS bukan hanya bisa bekerja, tapi juga menyediakan lapangan kerja untuk Indonesia.
"Alhamdulillah, 89-90 persen lulusan ARS terserap oleh pasar kerja," ucap Rektor.
Warek Akademik sekaligus Direktur Pascasarjana ARS University Prof Dr A Rohendi SH MH MM mengatakan, sebanyak 204 mahasiswa Pascasarjana diwisuda hari ini. Sebagian besar dari program studi (prodi) Manajemen Kesehatan Rumah Sakit.
"Input (mahasiswa prodi Manajemen Kesehatan RS ARS University) justru berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka. Misalnya, Unpad, UI, Undip, Unjani, Maranata, Parahyangan," kata Prof Rohendi.
Prof Rohendi menyatakan, Prodi Manajemen Kesehatan RS di ARS University, telah mendapatkan pengakuan dari perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka di Indonesia.
Sementara itu, Warek Non Akademik ARS University yang juga Ketua Pelaksana Wisuda Dr Ade Mubarok MKom MM mengatakan, kegiatan wisuda kali ini diikuti 393 orang.
"Para wisudawan itu dari 10 program studi, yakni, program studi Pascasarjana dan S1," kata Warek Non Akademik ARS University.
Dr Ade menjelaskan, predikat lulusan terbaik diraih oleh Dr Larasati dari Prodi S2 Manajemen dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) 4.00.
Lulusan termuda S2 Manajemen tahun ini, Arzaq Fikrian Zahrawan SKed dengan IPK 4.00. Sedangkan dari program studi S1 disabet Ramanda Digda SKep dengan IPK 3,83.
Dr Ade menuturkan, di ARS University, terdapat tujuh program yang bisa mendukung program tersebut yakni, kemahasiswaan dan beasiswa.
Kemudian, Biro Informasi Publik, Pusat olah data, Career Center, Entrepreneur Center, Perpustakaan online, dan sarana prasana.
Bukan hanya itu, Dr Ade mengatakan, bidang kemahasiswaan perlu dukungan signifikan. Seperti event internal, eksternal, beasiswa dan pekan kreatiftas mahasiswa (PKM).
"Aktivitas itu sangat berguna saat akreditasi capaian luaran dharma pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat," ucap Dr Ade.
Kegiatan lain yang juga menjadi perhatian di Career Center, antara lain, olah data industri, kerja sama, job fair, seminar atau workshop career.
"ARS University juga mendorong entrepreneurship dengan student preneur, inkubasi preneur," ujarnya.
Editor : Agus Warsudi