Farhan Instruksikan Perapihan Bekas Galian Kabel, Jangan Sampai Picu Kecelakaan
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, pekerjaan penggalian kabel untuk menurunkan kabel udara ke bawah tanah tetap diperlukan sebagai bagian dari penataan infrastruktur kota. Namun ia mengakui, pelaksanaan di lapangan masih menyisakan persoalan kerapihan dan keamanan.
“Galian tadi saya sudah instruksikan juga bahwa galian tetap diperlukan karena menurunkan kabel udara itu tetap harus gali tanah. Cuma memang saya harus akui bahwa pengerjaan galiannya masih tidak rapih, meninggalkan pekerjaan yang mengganggu mata bahkan bisa menimbulkan risiko kecelakaan,” ujar Farhan, Selasa (11/2/2026).
Menurutnya, proses penurunan kabel udara ke bawah tanah merupakan langkah penting untuk memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan dan ketertiban jaringan utilitas. Meski demikian, kualitas pengerjaan tidak boleh diabaikan.
Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung akan mengawasi ketat pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Ia menekankan agar bekas galian dirapikan dan dikembalikan seperti semula sehingga tidak membahayakan masyarakat.
“Maka dipastikan, kita akan pastikan bahwa pekerjaan galiannya itu rapih dan aman,” tegasnya.
Ia memahami, proses penurunan kabel ke bawah tanah memang membutuhkan penggalian. Namun, menurutnya, profesionalisme dalam penanganan proyek harus menjadi prioritas utama.
“Saya mengerti bahwa kita semua ini kabel udara turun ke bawah dan turun ke bawah kita harus menggali. Tetapi tunjukkanlah bahwa penanganan galian tersebut ditangani dengan profesional, tidak asal-asalan,” kata Farhan.
Selain persoalan galian kabel, Farhan juga menyoroti kondisi infrastruktur lain yang perlu perhatian. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk segera menindaklanjuti laporan terkait jalan berlubang, trotoar rusak, dan drainase yang bermasalah.
“Kepada DSDABM, perbaikan jalan berlubang, trotoar rusak serta drainase harus betul-betul diperhatikan. Laporan yang saya terima dari daerah Cibaduyut,” ungkapnya.
Farhan mengatakan, penataan kota tidak hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja cepat, responsif, dan bertanggung jawab terhadap setiap keluhan masyarakat. (*)
Editor : Abdul Basir