Memutus Dominasi Maskulinitas di Dunia Digital: Ratusan Siswi Jajaki Karier Teknologi
Apresiasi datang dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia menekankan bahwa pemberdayaan perempuan di bidang teknologi merupakan pilar penting bagi kemajuan ekonomi nasional. Meutya juga memaparkan ambisi pemerintah untuk melampaui target pencapaian talenta digital yang sudah ada.
“Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030. Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda, seperti mereka yang hadir di Girls’ Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita. Kami ingin terus mendorong generasi muda dan yakin bahwa semakin banyak anak muda akan memahami manfaat teknologi. Teknologi merupakan sumber pemberdayaan yang kuat, bukan hanya bagi perempuan muda, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas mereka, serta pada akhirnya bagi bangsa. Kami akan memperluas makna 3T menjadi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga untuk mendukung mereka dan seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Meutya.
Data AWS dan Strand Partners menunjukkan urgensi program ini: meski 28% usaha di tanah air sudah mengadopsi AI, lebih dari separuhnya (57%) masih terganjal minimnya sumber daya manusia yang kompeten. Melalui lokakarya berbasis proyek, para siswi diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga kreator.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menyoroti pentingnya pembuktian bahwa perempuan mampu menguasai bidang-bidang teknis yang rumit.
“Melalui kolaborasi dengan AWS di Amazon Girls’ Tech Day 2026, kami ingin menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. Selama ini, bidang AI, gaming, dan teknologi canggih kerap dipersepsikan sebagai ranah laki-laki. Karena itu, kami ingin mematahkan stereotip tersebut dengan memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat, kepercayaan diri, dan aspirasi jangka panjang anak perempuan untuk berkarier di dunia teknologi.”
Editor : Agung Bakti Sarasa