get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada Penipuan, Mahasiswa SBM ITB Dibekali Literasi Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Bedah Ideologi Presiden: Siapa yang Paling Konsisten? Diskusi Sengit di ITB

Jum'at, 06 Maret 2026 | 20:02 WIB
header img
Bedah Buku Mengguga Republik. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi saksi bisu diskusi intelektual yang tajam pada Kamis (5/3/2026). Di tempat bersejarah tersebut, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, secara resmi meluncurkan bukunya yang berjudul "Menggugat Republik".

Acara ini tidak sekadar seremoni peluncuran buku, melainkan sebuah forum diskusi mendalam yang dibalut dalam Seminar Nasional bertajuk "Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan". Kehadiran berbagai elemen tokoh bangsa menciptakan suasana yang dinamis, mulai dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, hingga Ketua Umum KSPSI Moh Jumhur Hidayat.

Tak ketinggalan, panggung diskusi juga diramaikan oleh kehadiran pengamat politik Rocky Gerung, anggota Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, serta figur publik Raffi Ahmad yang turut menyita perhatian tamu undangan. Acara ini kemudian ditutup dengan hangat melalui agenda buka puasa bersama.

Akar Aktivisme dan Relevansi Perjuangan

Dalam paparannya, Syahganda membawa audiens kembali ke masa lalunya. Ia menelusuri jejak panjang sebagai seorang aktivis yang ditempa di kawah candradimuka kampus, khususnya di ITB. Menurutnya, api perlawanan untuk membela kepentingan rakyat bukanlah sesuatu yang instan, melainkan nilai yang sudah tertanam kuat sejak masa kuliah.

Ia mengenang era ketika para aktivis berani menantang arus demi tegaknya kebenaran, tanpa rasa takut akan risiko yang menghadang. Sebagai contoh, Syahganda menceritakan keteguhan hati rekan seperjuangannya, Jumhur Hidayat, yang tetap tegak melangkah meski keluarganya mendapat tekanan hebat di masa lalu.

"Perjuangan tersebut masih relevan hingga saat ini," ujarnya di hadapan para peserta seminar.

Syahganda menegaskan bahwa gerakan mahasiswa masa itu tidak berdiri sendiri. Ia mengenang kolaborasi erat lintas kampus, termasuk dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), untuk membangun fondasi gerakan sosial yang menyentuh isu buruh hingga persoalan rakyat kecil.

Soekarno vs Prabowo: Sebuah Tesis Ideologi

Salah satu poin paling menarik dari bukunya adalah analisis komparatif yang berani. Syahganda melontarkan tesis bahwa dalam sejarah Indonesia, hanya Soekarno dan Prabowo Subianto yang memiliki ideologi yang benar-benar kokoh.

Dalam bukunya—yang ia akui ditulis selama masa penahanan—Syahganda membedah evolusi nasionalisme Soekarno. Ia berpendapat bahwa ada perbedaan mencolok antara nasionalisme Soekarno muda yang revolusioner dengan pragmatisme yang muncul saat sang proklamator memasuki usia senja.

Di sisi lain, Syahganda melihat Prabowo Subianto sebagai anomali positif. Ia menilai Presiden saat ini tersebut mampu mempertahankan konsistensi ideologi yang kuat, bahkan hingga menginjak usia 75 tahun. Tak hanya bicara ideologi, Syahganda juga menyoroti tantangan nyata pemerintahan saat ini, terutama di sektor ekonomi yang menuntut langkah konkret, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga efektivitas program sosial.

Sisi Lain dan Apresiasi

Selain membahas hal-hal berat, Syahganda juga menyempatkan diri mengapresiasi fenomena media sosial yang diwakili oleh Raffi Ahmad. Ia mengaku takjub dengan bagaimana pengaruh Raffi mampu menjangkau puluhan juta pengikut, sebuah kekuatan komunikasi yang menurutnya luar biasa.

Di penghujung acara, Syahganda menutup dengan refleksi pribadi. Baginya, buku "Menggugat Republik" adalah buah dari pengorbanan panjang, termasuk harus merelakan waktu berharga bersama keluarga demi menuntaskan pergulatan pikiran yang tertuang dalam lembaran-lembaran bukunya.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut