get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelarian Panjang Berakhir: Eks Kades Linggar Serahkan Diri Usai Satu Dekade Jadi DPO

Pameran djagHadq Daniel Kho di Bandung, Tampilkan Eksperimen Bentuk dan Warna

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:09 WIB
header img
Karya Daniel Kho bertajuk 'djagHadg' di pamerkan di ArtSociates Gallery Cafe, gedung Lawangwangi, Jalan Dago Giri 99 Bandung, Jumat (6/3/2026). (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id  - ArtSociates menggelar pameran tunggal Daniel Kho bertajuk 'djagHadg' di ArtSociates Gallery Cafe, gedung Lawangwangi, Jalan Dago Giri 99 Bandung. 

Daniel Kho adalah seniman Indonesia kelahiran Klaten-Solo, Jawa Tengah, yang pernah berkarya dan tinggal di Eropa. Dan kini banyak menetap dan berkarya di Ubud, Bali. 

Pameran tunggal Daniel Kho di ArtSociates Gallery Cafe menyajikan karya dwimatra menggunakan cat akrilik dan serbuk marble di atas kanvas, cetak tinggi di atas serat daun, instalasi objek dan karya trimatra dengan material kayu, serta mengembangkan wayang kulit dan batik.

Bob Edrian, penulis catatan pengantar pameran ini menjelaskan dalam katalog, bahwa Daniel memilih tajuk djagHadq sebagai representasi atas semesta keunikan, keanehan, serta kebebasan dalam mengalami situasi kini sekaligus lampau dan yang akan datang.

Daniel menyoroti manusia dalam aspek-aspek yang saling tumpang tindih, saling bertolak belakang, sekaligus saling menghancurkan. Segala kegelisahannya terkait manusia ditumpahkan dalam geliat warna dan bentuk-bentuk yang tampak menyenangkan di permukaan, tetapi penuh dengan intrik.

Daniel Kho menyajikan performance art pada pembukaan pameran dengan durasi kurang dari satu menit; membungkus jemari kaki kanannya dengan kantong plastik; sebagai respon atas kondisi bumi dan pulau Bali yang makin penuh oleh sampah plastik.

"Manusia adalah makhluk yang paling goblok di bumi karena sifatnya yang suka merusak habitatnya sendiri. Bumi atau jagad ini harus kita pelihara dan jaga dengan baik. Sementara figur makhluk yg ada pada lukisan dan objek karya justru tidak brengsek. Karya saya justru ada pada posisi damai dan situasi perang saat ini menunjukkan puncak kegoblokan manusia," Tutur Daniel Kho di gedung Lawangwangi, Jumat (6/3/2026) sore.

Bob Edrian melihat karya dari mimpi seperti menjadi kunci dalam membuka jagad Daniel di djagHadq. Dalam telusur yang lebih jauh, setiap karya Daniel tidak hanya merepresentasikan semesta mimpi yang bebas sekaligus terbatas, karyanya juga mengandung telaah-telaah atas apa yang dialami dan diperbuat oleh manusia. 

Mimpi menjadi visi, dan kemudian kenyataan. Proses tersebut dibayangkan terjadi dalam siklus yang tidak bisa ditentukan titik awalnya. Rangkaian karya-karya dalam djagHadq berada dalam pusaran semesta warna dan bentuk Daniel Kho yang melakukan penilikan atas ragam pola perilaku manusia. 

Daniel seperti terbang melihat manusia dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya, menghancurkannya, dan membentuk manusia-manusia baru dalam djagHadq.

"Objek atau figur yang ada pada objek adalah hasil eksperimentasi bentuk dan simbol dari budaya-budaya yang ada di bumi yang saya amati selama tiga puluh tahun. Ke depan memang akan produksi lebih banyak objek trimatra dengan material yang macam-macam. Ada yang dikembangkan dari lukisan atau sebaliknya, pungkas Daniel Kho usai pembukaan pameran di gedung Lawangwangi, ArtSociates Gallery Cafe, Bandung.

Ditempat yang sama direktur ArtSociates, Andonowati menyatakan ketertarikannya pada karya Daniel Kho, khususnya karya objek/trimatra, berupa figur ekstra hybrid terestrial yang banyak dihadirkan pada karya dwimatra. 

"Saya tertarik pada karya Daniel Kho pada bentuk dan warna yang dipilihnya, terutama karya objek seperti mainan yang sangat menarik dan unik ya," Kata Andonowati.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut