Bertahun-tahun Menanti, Saparudin Masih Tinggal di Rumah Hampir Runtuh di Bandung
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Di sudut permukiman Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, sebuah rumah berdinding bilik dan beratap bocor menjadi saksi hidup perjuangan Saparudin (56) dan keluarganya.
Di dalam bangunan yang jauh dari kata layak itu, sebanyak 12 jiwa bertahan setiap hari, menggantungkan keselamatan pada dinding rapuh yang bisa goyah kapan saja.
Saat hujan turun, kecemasan menjadi hal yang tak terpisahkan. Air merembes dari atap yang lapuk, membasahi lantai tanah dan perabot sederhana. Angin kencang pun kerap membuat dinding bergoyang, seolah mengancam runtuh.
Namun bagi Saparudin, rumah itu tetap menjadi satu-satunya tempat untuk berteduh.
“Iya, bekerja serabutan saja, belum jelas pemasukannya tiap hari berapa,” ujarnya saat ditemui.
Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia tak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumahnya sendiri. Harapan pun selama ini ia gantungkan pada bantuan pemerintah.
Editor : Rizal Fadillah