get app
inews
Aa Text
Read Next : Peringati Hari Penyiaran Nasional, KPID Jabar Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

KPID Jabar Sampaikan Penelitian soal Pergeseran Interaksi Sosial ke Gubernur Lemhannas RI

Senin, 13 April 2026 | 17:42 WIB
header img
Komisioner KPID Jabar foto bersama Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily (tengah) seusai audiensi. (FOTO: ISTIMEWA)

JAKARTA, iNewsBandungRaya.id - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat melakukan audiensi dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily di kantor Lemhannas RI, Senin (13/4/2026).

Dalam audiensi itu, KPID Jabar menyampaikan hasil penelitian "Media Habbit Gen Z, Perspektif Pancagatra". Penelitian menyimpulkan terjadi pergeseran interaksi sosial signifikan akibat penggunaan media sosial (medsos).

Hadir dalam audiensi, Ketua KPID Jabar Dr Adiyana Slamet, Wakil Ketua Dr Almadina Rachmaniar dan empat komisioner Dr Achmad Abdul Basith, Dr Lukman M Fauzi, M Jalu Priambodo MT, dan Dadan Hendaya MM, serta Kabiro Humas Lemhannas RI Brigjen TNI Muhammad Arif Nur.

Menurut Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet, meminjam terminologi yang didengungkan Lemhannas RI, yakni, geocybernetic, penetrasi global untuk menanamkan nilai-nilai ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya melalui media berbasis internet begitu luar biasa masif.

"Jika negara tidak membuat instrumen regulasi, maka akan menganggu ketahanan nasional," kata Ketua KPID Jabar.

Sejauh ini, ujar Adiyana Slamet, lembaga penyiaran baik radio maupun TV, ikut serta dalam mewujudkan ketahanan nasional tangguh, di tengah disrupsi informasi yang mendekonstruksi ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. 

"Problemnya adalah, platform berbasis internet belum ada yang mengawasi, seperti halnya TV dan radio yang diawasi KPI atau KPID," ujarnya.
 
Terkait penelitian yang dilakukan, Adiyana menutur, masif dan tak terkontrolnya penggunaan media berbasis internet, berpengaruh terhadap gatra ideologi melalui perubahan nilai dan cara berpikir, serta pada gatra pertahanan dan keamanan.

"Itu ditandai dengan munculnya ancaman. Seperti hoaks dan penyalahgunaan informasi," tutur Adiyana.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut