Tren Crypto Naik! PINTU dan OJK Dorong Generasi Muda Investasi Lebih Bijak
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui program edukasi kampus.
Melalui kegiatan “Pintu Goes to Campus: Financial Literacy”, PINTU menggelar sesi edukasi di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran (Universitas Padjadjaran), Jatinangor, pada 9 April 2026. Acara ini dihadiri lebih dari 200 mahasiswa serta diisi dengan pemberian penghargaan kepada delapan mahasiswa berprestasi.
Hadirkan Tokoh OJK hingga Akademisi Unpad
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, perwakilan OJK, akademisi, serta pelaku industri keuangan digital.
Dari OJK hadir Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Djoko Kurnijanto, serta Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Jawa Barat Melati Usman.
Selain itu, Guru Besar FEB Unpad Prof. Dian Masyita, serta perwakilan dari PINTU dan media investortrust.id juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rektor Unpad: Literasi Keuangan Sangat Penting bagi Mahasiswa
Rektor Universitas Padjadjaran menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan di era modern, termasuk investasi aset digital seperti kripto.
Menurutnya, banyaknya produk keuangan saat ini menuntut masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk lebih bijak dalam memahami risiko dan peluang investasi.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara OJK, PINTU, dan pihak terkait dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan finansial di masa depan.
OJK Ingatkan Prinsip “2L”: Legal dan Logis
Perwakilan OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah meningkatnya minat investasi aset kripto di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memahami prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum berinvestasi, yaitu memastikan aset yang dipilih legal serta masuk akal secara risiko dan potensi keuntungan.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar investor tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan pasti serta hanya bertransaksi melalui platform resmi yang terdaftar dan diawasi OJK.
PINTU Dorong Edukasi Crypto untuk Generasi Muda
CMO PINTU, Timothius Martin, menyoroti meningkatnya adopsi aset kripto secara global maupun di Indonesia. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi pada minat investasi, tetapi pada tingkat literasi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki lebih dari 21 juta investor kripto, bahkan melampaui jumlah investor saham. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar generasi muda tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko dan mekanisme investasi secara mendalam.
Tren Investasi Digital Terus Tumbuh
Berdasarkan data OJK per Februari 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta orang. Secara global, World Economic Forum mencatat sekitar 42% investor Gen Z telah memiliki aset kripto.
Data tersebut menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, sekaligus menegaskan urgensi penguatan literasi keuangan di tengah perkembangan industri yang cepat.
PINTU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi bagi generasi muda melalui kolaborasi dengan regulator, akademisi, dan media. Tujuannya adalah menciptakan investor yang lebih cerdas, bijak, dan memahami risiko dalam menghadapi dinamika pasar keuangan digital.
Editor : Rizal Fadillah