get app
inews
Aa Text
Read Next : Diikuti 8.000 Peserta, Tring! Golden Run 2026 Salurkan Donasi Rp1,25 M bagi Atlet Indonesia

Peringati Hardiknas, Pecatur Disabilitas Ikuti Turnamen Beregu Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:22 WIB
header img
Turnamen catur beregu tingkat nasional yang diikuti 80 klub catur papan atas dari 15 provinsi di Indonesia termasuk penyandang disabilitas diharapkan bisa melahirkan generasi pecatur baru, Minggu (3/5/2026). (Foto: Istimewa).

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Semangat Hari Pendidikan Nasional melahirkan inklusivitas dalam dunia olahraga catur nasional yang diikuti oleh puluhan peserta.

Sejumlah klub papan atas seperti Lani Limo CC, KGCC, BTS, DLH, dan GRCC turut ambil bagian dalam turnamen ini. Termasuk ajang ini juga diikuti oleh penyandang disabilitas.

Turnamen catur beregu tingkat nasional ini diikuti 80 tim dari 15 provinsi di Indonesia, untuk memperebutkan Piala KH. Prof. Achmad Tjachja Nugraha.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha mengatakan, turnamen catur beregu ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Seiring dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2026, diharapkan turnamen ini dapat menanamkan para pecatur muda untuk memiliki 18 karakter tujuan pendidikan nasional, dengan membentuk manusia Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, dan berintegritas.

“Catur bukan sekadar permainan, tetapi merupakan sarana melatih kemampuan berpikir strategis, kecerdasan, kesabaran, integritas, ketelitian, serta kerja sama tim. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk karakter individu yang unggul dan berdaya saing,” ujar Prof Achmad, Minggu (3/5/2026).

Kompetisi ini juga diikuti oleh 2 Grand Master (GM), 7 International Master (IM), serta 58 master lainnya termasuk master nasional. Sehingga semakin memperkuat kualitas turnamen sebagai salah satu ajang bergengsi dalam kalender percaturan nasional.

Lebih lanjut, ia menilai ajang seperti ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para pecatur, terutama dalam meningkatkan kemampuan analisis serta pengalaman bertanding di level kompetitif.

“Turnamen seperti ini memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga. Dari sini akan lahir pecatur-pecatur non-master yang semakin matang dan handal melalui proses pertandingan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Di sisi lain, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana peningkatan kualitas permainan secara kolektif.

Panitia juga menilai tingginya partisipasi Grand Master dan master lainnya menunjukkan bahwa turnamen ini memiliki gengsi yang kuat di tingkat nasional.

“Animo para Grand Master dan master lainnya menjadi bukti bahwa turnamen ini memiliki daya tarik dan gengsi yang tinggi,” tuturnya.

Selain itu, kehadiran pecatur junior dalam berbagai tim menjadi sorotan penting, menandakan bahwa klub-klub catur di berbagai daerah tengah serius melakukan pembinaan generasi baru.

“Keikutsertaan pecatur muda menunjukkan bahwa proses regenerasi berjalan dengan baik dan pembinaan di daerah terus berkembang,” imbuhnya.

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut