Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Jabar Nikah Sederhana: Pagi Akad di KUA, Besok Sudah Dagang Lagi!
BANDUNG, iNewsBandungraya.id- Tren nikah di KUA saat ini tengah digandrungi oleh Gen Z. Hal tersebut menjadi sesuatu yang baru di tengah prosesi pernikahan yang terkesan ribet dan harga resepsi yang sangat mahal.
Namun, tren tersebut masih menjadi tabu bagi beberapa kalangan masyarakat khususnya masyarakat konservatif mengingat resepsi pernikahan merupakan adat dan budaya yang sudah turun temurun dilaksanakan.
Tapi di Jawa Barat, tren nikah di KUA tanpa resepsi justru didukung oleh pemerintah. Gubernur Jawa Bara Dedi Mulyadi dalam pidatonya di Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rabu, 8 April 2026 mengatakan, pihaknya akan membuat surat edaran yang menyarankan Gen Z di Jawa Barat merubah gaya hidup dengan nikah sederhana di KUA jika tidak mampu.
“Pagi-pagi datang ke KUA, akad, sore sudah pulang, besoknya sudah dagang lagi,” kata Dedi, dikutip Selasa (14/6/2026).
Selain itu, ia juga mengajak Gen Z di Jawa Barat agar mengalokasikan dan tabungan yang telah dikumpulkan untuk membeli rumah atau membayar uang muka perumahan daripada digunakan untuk pesta mewah.
Hal itu diungkapkan Dedi terpisah dalam unggahan video di akun instagramnya yang diambil dari instagram Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman.
“Ini pesta itu jadi rajanya cuman semalam. Kalau kita punya rumah, kita jadi raja selamanya. Saya ngajak sekarang urusan perumahann ini hal sederhana,” ucap dia.
Menurutnya, nikah secara sederhana di KUA lebih baik daripada harus menggelar pesta dengan seserahan mewah tapi uang yang digunakan meminjam dari rentenir.
“Enggak usah ada pesta yang panjang, enggak udah seserahan segala dikerahin tapi duitnya nginjem di Bank Emok (Bank Keliling/Rentenir). Lebih baik pagi-pagi akad nikah di kantor KUA, siang sudah pulang ke rumah sendiri walaupun nyicil,” tutur dia.
Video tersebut akhirnya viral dan bayak mendapat dukungan dari para netizen. Banyak diantara mereka yang memberikan komentar setuju dengan kebijakan gubernur yang kerap disebut “Bapak Aing” itu.
“Setujuuuuu,” ungkap netizen dengan akun bernama @urgtsk dalam kolom komentar.
“Setuju pisan bapak aing,” tambah netizen lainnya dengan akun bernama @cep.monji_channel.
Di sisi lain, banya juga netizen yang berkomentar bahwa orang tua juga harus diberi pemahaman terkait esensi pernikahan yang diutarakan KDM. Seperti yang ditulis oleh akun bernama @ar.in2333 dalam kolom komentar.
“Orang tua nya juga harus dksh tau pa biar ga maksa ank pesta besar besaran,” tulisnya dalam kolom komentar.
“Lagian esensi nikah itu yg penting ‘SAH’ bukan ‘WAH’,” tambah netizen dengan akun @eza_hrsmann.
Meski demikian sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait surat edaran tersebut apakah sudah diterbitkan atau justru belum.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar