Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! Penemuan Mayat Membusuk Gegerkan Warga Cicendo Bandung
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Direktur Akui Kelalaian, Petugas Langsung Dinonaktifkan

Kamis, 16 April 2026 | 10:52 WIB
  • author Muhammad Rafki Razif
Heboh Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Direktur Akui Kelalaian, Petugas Langsung Dinonaktifkan
Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya angkat bicara terkait insiden medis yang sempat memicu kegaduhan di jagat maya. Pihak rumah sakit membenarkan adanya peristiwa bayi milik pasien berinisial Ny. NS yang hampir berpindah tangan kepada keluarga lain saat berada di ruang NICU.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengakui bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) di tengah padatnya situasi pelayanan.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Kondisi Kuning

Insiden ini bermula saat bayi Ny. NS dilarikan ke IGD pada 5 April 2026 karena kondisi bayi kuning. Setelah menjalani perawatan intensif di ruang NICU selama beberapa hari, bayi dinyatakan sehat dan diizinkan pulang pada 8 April 2026.

Rachim menjelaskan bahwa prosedur identifikasi sebenarnya sudah dijalankan. Namun, kendala muncul saat momen serah terima bayi dilakukan.

“Pada saat petugas akan menyerahkan bayi kepada Ny. NS, yang bersangkutan tidak berada di tempat,” ungkap Rachim dalam pernyataan resminya.

Kondisi ruang perawatan yang saat itu sedang menangani proses kepulangan dua bayi sekaligus menciptakan situasi yang tidak kondusif. Adanya interaksi dengan keluarga pasien lain memicu distraksi bagi petugas medis yang berjaga.

“Dalam kondisi tersebut, petugas secara tidak sengaja menyerahkan bayi Ny. NS kepada ibu dari pasien lain,” jelasnya lebih lanjut.

Deteksi Cepat Sebelum Keluar Ruangan

Beruntung, kesalahan fatal tersebut segera terdeteksi. Rachim menekankan bahwa bayi tersebut belum sempat dibawa keluar dari area sterilisasi NICU. Begitu menyadari ada kekeliruan, petugas langsung bertindak cepat.

“Petugas segera menyadari kekeliruan tersebut dan mengambil kembali bayi dari ibu pasien lain, kemudian menyerahkannya kepada Ny. NS,” tegas Rachim.

Meski sempat memanas hingga viral di media sosial, RSHS mengklaim masalah ini telah diselesaikan secara damai. Pada pertemuan formal tanggal 9 April 2026, pihak keluarga dikabarkan telah menerima permohonan maaf rumah sakit.

“Dalam pertemuan tersebut, Ny. NS menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan,” tambah Rachim.

Sanksi Tegas dan Bantahan Isu Liar

Sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional, RSHS tidak tinggal diam. Oknum petugas yang terlibat dalam insiden salah serah bayi tersebut kini harus menanggung konsekuensinya.

“Terkait petugas yang terlibat, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan dari pelayanan,” pungkas Rachim dengan tegas.

Selain memberikan sanksi internal, RSHS juga telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Kesehatan untuk proses evaluasi lebih lanjut. Menutup klarifikasinya, Rachim membantah keras tudingan miring netizen mengenai adanya dugaan praktik ilegal di balik insiden tersebut.

“Kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” ucapnya sekaligus memastikan bahwa sistem keamanan pasien akan segera diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut