Persib Bandung Kunci 3 Poin Penting, PSIM Gagal Curi Poin di Bandung
Gol Cepat Matricardi Jadi Pembeda
Sejak awal laga, Persib langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan cepat melalui skema bola mati. Tandukan Matricardi pada menit kedua membuat PSIM harus bermain dalam tekanan.
Meski unggul cepat, Persib tidak langsung mengendurkan serangan dan terus mencoba mengontrol permainan.
VAR dan Gangguan Laga di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pertandingan sempat diwarnai beberapa momen penting. Pada menit ke-51, wasit Yudai Yamamoto asal Jepang meninjau VAR terkait potensi penalti untuk PSIM setelah duel di kotak penalti, namun tidak diberikan hadiah penalti.
Tak lama kemudian, pertandingan sempat dihentikan sementara pada menit ke-54 akibat gangguan dari tribun penonton sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
PSIM Meningkatkan Tekanan, Persib Bertahan Solid
PSIM Yogyakarta mencoba meningkatkan intensitas serangan, terutama melalui tendangan bebas Ze Valente pada menit ke-68, namun belum membuahkan hasil.
Persib tetap bertahan dengan disiplin sambil sesekali melakukan serangan balik, termasuk peluang dari Andrew Jung pada menit ke-75 yang masih belum berbuah gol.
Pergantian Pemain Perkuat Lini Tengah
Pada menit ke-78, Bojan Hodak melakukan rotasi dengan memasukkan Eliano Reijnders, Marc Klok, dan Saddil Ramdani untuk menjaga keseimbangan permainan di lini tengah.
Namun hujan deras yang mengguyur stadion membuat tempo permainan menurun dan Persib sempat berada di bawah tekanan PSIM.
Akhir Dramatis, Persib Pertahankan Kemenangan
Di menit-menit akhir, PSIM beberapa kali mengancam melalui situasi bola mati, namun pertahanan Persib masih mampu bertahan dengan baik.
Peluang terakhir Persib melalui Berguinho juga belum mampu menambah gol, meski sempat mendapat kesempatan emas di masa injury time.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Persib Bandung tetap mempertahankan kemenangan 1-0.
Kemenangan atas PSIM Yogyakarta memperkuat posisi Persib Bandung di puncak klasemen Super League 2025/2026. Selain itu, laga ini juga menjadi catatan bersejarah bagi Teja Paku Alam yang menembus 100 penampilan bersama Maung Bandung.
Editor : Rizal Fadillah