Warga Bogor Barat Ancam 'Cerai' dari Jabar: Pilih Gabung Banten Jika Aspirasi Terus Diabaikan
"Secara jarak, kami ke Banten jauh lebih dekat. Jika Gubernur Jawa Barat memang sudah tidak peduli dan tidak mau mendengar suara kami, maka kami meminta dengan hormat agar wilayah Bogor Barat diserahkan saja ke Provinsi Banten," tegas Fadlan di hadapan massa yang riuh.
Keluhan utama warga berpusat pada ketiadaan solusi permanen terkait jalur logistik tambang. Truk-truk raksasa yang melintasi jalan umum setiap hari tidak hanya menyebabkan kemacetan parah, tetapi juga sering memicu kecelakaan fatal yang merenggut nyawa warga setempat.
Fadlan menambahkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Jabar selama ini bersifat reaktif dan "bongkar pasang", sehingga tidak menyentuh akar permasalahan kesejahteraan pekerja dan keamanan warga.
"Masalah jalur tambang, jam operasional, hingga kesejahteraan pekerja tambang tidak pernah ada solusi permanen. Yang ada hanya kebijakan bongkar pasang yang justru merugikan kami di lapangan. Kami butuh pemimpin yang mau turun langsung, bukan hanya memberikan janji di media sosial," pungkasnya.
Meskipun sempat memicu kemacetan panjang di pusat pemerintahan Cibinong, aksi unjuk rasa berlangsung relatif kondusif dengan pengawalan ketat kepolisian. Perwakilan warga dilaporkan telah diterima untuk melakukan audiensi di dalam Kantor Bupati Bogor guna mencari jalan tengah.
Namun, pesan warga sudah bulat: Jika dalam waktu dekat tidak ada intervensi nyata dari Gubernur Jawa Barat, mereka mengancam akan kembali dengan massa yang jauh lebih besar. Fenomena tuntutan "pisah wilayah" ini menjadi alarm keras bagi Bandung untuk segera menoleh ke arah Barat sebelum terlambat.
Editor : Agung Bakti Sarasa