Dukung Percepatan UMKM Naik Kelas, Kemenko PM Luncurkan Perintis Berdaya Connect di Bandung
“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas: UMKM harus diperkuat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang kami ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan Bapak/Ibu sekalian,” katanya.
Business Matching dan Legalitas Usaha
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Business Matching yang mempertemukan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dengan para ahli melalui pendekatan People, Process, and Technology.
Melalui program ini, peserta juga difasilitasi mengurus berbagai legalitas usaha, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Aspirasi yang muncul dalam dialog tadi menunjukkan bahwa pelaku usaha butuh solusi cepat dan nyata. Karena itu, kami memastikan adanya output konkret hari ini melalui business matching,” ucap Leontinus.
“Fokus kita adalah percepatan legalitas, SNI, sertifikat halal, dan HAKI untuk memberikan perlindungan 360 derajat bagi para pengusaha UMKM agar mereka benar-benar aman dan berdaya saat mengomersialkan produknya,” sambungnya.
Pelaku UMKM Sambut Positif
Salah satu pelaku UMKM asal Bandung, Alhar PP, mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan akses ilmu baru dan solusi nyata.
“Kami sangat senang dapat berdialog langsung dengan Deputi Kemenko PM. Masukan kami didengar, dan langsung disambungkan dengan solusi melalui pelatihan dan business matching pengurusan sertifikasi ini,” katanya.
Kemenko PM menyebut model Perintis Berdaya Connect akan direplikasi ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari target Kabinet Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing global.
Editor : Rizal Fadillah