Misbakhun: Pemerintah Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun
Misbakhun menuturkan, pada situasi geopolitik yang semakin dinamis saat ini, diwarnai konflik Rusia dengan Ukraina, perang di Timur Tengah, Amerika mendukung Israel melawan Iran, memberikan dampak luar biasa kepada perekonomian dunia.
"Karena Timur Tengah adalah salah satu sumber energi dunia. Tekanan di sana memberikan tekanan kepada seluruh dunia," tuturnya.
Akibatnya, kata Misbakhun, banyak negara harus menaikkan harga BBM. Harga minyak mentah melampaui harga 100 Dolar AS per barel.
Menurut Misbakhun, harga ini sangat tinggi dari perkiraan awal di APBN. Yaitu, hanya sekitar 70 Dolar AS per barel.
"Tapi, ada satu keinginan yang sangat kuat dari bapak Presiden Presiden Prabowo, untuk menjaga daya beli masyarakat lapisan tertentu, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
Misbakhun menegaskan, pemerintah melakukan pengorbanan luar biasa untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.
Artinya, ujar dia, pemerintah ingin memanggul beban masyarakat yang selama ini menikmati subsidi. Tentu ini pengorbanan luar biasa dari negara.
Pengorbanan negara luar biasa ini perlu penguatan dan dukungan politik kuat. Karena saat yang sama, banyak pihak meragukan kemampuan pemerintah dalam mengelola APBN.
Editor : Abdul Basir