get app
inews
Aa Text
Read Next : SOKSI Perkuat Konsolidasi di Bandung, Misbakhun Sebut Jawa Barat Lumbung Partai Golkar

Misbakhun: Pemerintah Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun

Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:06 WIB
header img
Ketua Komisi XI DPR Dr Mukhamad Misbakhun memastikan pemerintah tak akan menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun. (FOTO: AGUS WARSUDI)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ketua Komisi XI DPR RI Dr Mukhamad Misbakhun memastikan, pemerintah tak akan menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sampai akhir tahun.

Penegasan itu disampaikan Misbakhun yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I SOKSI di Bandung, Jumat (15/5/2026).

Misbakhun mengatakan, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan kepastian, sepanjang harga minyak mentah rata-rata 100 Dolar AS per barel, maka pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM, khususnya yang bersubsidi.

"Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun," kata Misbakhun. 

Menurut Misbakhun, walaupun harga minyak di pasaran melewati 100 Dolar AS per barel, tetapi Indonesia pernah menghadapi situasi periode harga minyak mentah di bawah 70 Dolar AS per barel.

"Jadi masih dalam kategori yang sangat aman untuk pemerintah tetap memberikan subsidi," ujar Misbakhun.

Misbakhun menuturkan, pada situasi geopolitik yang semakin dinamis saat ini, diwarnai konflik Rusia dengan Ukraina, perang di Timur Tengah, Amerika mendukung Israel melawan Iran, memberikan dampak luar biasa kepada perekonomian dunia. 

"Karena Timur Tengah adalah salah satu sumber energi dunia. Tekanan di sana memberikan tekanan kepada seluruh dunia," tuturnya. 

Akibatnya, kata Misbakhun, banyak negara harus menaikkan harga BBM. Harga minyak mentah melampaui harga 100 Dolar AS per barel.

Menurut Misbakhun, harga ini sangat tinggi dari perkiraan awal di APBN. Yaitu, hanya sekitar 70 Dolar AS per barel. 

"Tapi, ada satu keinginan yang sangat kuat dari bapak Presiden Presiden Prabowo, untuk menjaga daya beli masyarakat lapisan tertentu, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Misbakhun menegaskan, pemerintah melakukan pengorbanan luar biasa untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. 

Artinya, ujar dia, pemerintah ingin memanggul beban masyarakat yang selama ini menikmati subsidi. Tentu ini pengorbanan luar biasa dari negara. 

Pengorbanan negara luar biasa ini perlu penguatan dan dukungan politik kuat. Karena saat yang sama, banyak pihak meragukan kemampuan pemerintah dalam mengelola APBN. 

Dia mengakui, banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengatakan, 'Apakah mampu kita bertahan sampai akhir tahun membiayai subsidi ini? 

"Tentunya pemerintah tidak asal ngutang, tidak asal memberikan penguatan terhadap harga subsidi," ujar Misbakhun. 

"Pemerintah memastikan sepanjang rata-rata harga minyak mentah dunia sampai akhir tahun di angka 100 Dolar AS per barel, pemerintah masih mampu menanggung beban itu," tuturnya.

Artinya, selama 100 dolar per barel, pemerintah akan berkorban untuk rakyatnya. Karena, harga itu masih bisa ditanggung oleh negara. 

Sehingga, rakyat bisa membeli kebutuhan pokok sehari-hari, memenuhi kebutuhan lain, membeli seragam sekolah, dan memperkuat kebutuhan gizi keluarga. 

"Tentu butuh sebuah keputusan politik kuat. Kami di Partai Golkar memberikan penguatan itu," tandasnya.

Misbakhun mengatakan, apalagi Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia adalah menteri yang membidangi sektor energi, yang saat ini paling strategis dan dibicarakan hampir tiap hari oleh rakyat Indonesia. Bahkan masyarakat dunia.

"Untuk itu, SOKSI harus bisa menjadi bagian yang berkontribusi memberikan dukungan kepada pemerintah," ucap Misbakhun. 

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, ujarnya, merupakan bagian utuh dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. 

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut