Siasat UMKM Perempuan Bertahan di Tengah Naiknya Harga Bahan Baku: Ubah Strategi Menu dan Melek Data
Langkah ini mempertegas fakta lapangan bahwa roda ekonomi keluarga dan komunitas lokal banyak digerakkan oleh para pengusaha perempuan di platform Grab.
Iki Sari Dewi, Director of Territory Jabo & ID Central Operations Grab Indonesia, menjelaskan komitmen Grab dalam mendampingi perjalanan bisnis UMKM:
“Banyak Mitra GrabMerchant perempuan kami yang memiliki racikan produk unggulan dan diminati pasar. Namun, kami menyadari bahwa berjualan di ranah digital membutuhkan strategi penetapan harga yang berbeda dibandingkan dengan penjualan offline. Sering kali, karena tingginya antusiasme untuk menarik konsumen, strategi harga yang diterapkan belum sepenuhnya memperhitungkan komponen biaya operasional secara tepat, sehingga potensi keuntungan belum dapat dimaksimalkan. Melalui Arisan SERABI 2026, kami hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut.”
Tidak hanya menjadi ruang belajar bagi anggota lama, ajang ini juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaku usaha baru. Lewat program Mass Onboarding jalur cepat yang disediakan gratis, masyarakat yang ingin bergabung hanya perlu membawa kartu identitas (KTP) serta ponsel pintar. Proses registrasi yang inklusif ini memungkinkan toko langsung aktif dan mulai berjualan di hari yang sama.
Manfaat nyata dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta asal Sidorukun, Medan Timur, yakni Miranti Pramitha yang mengelola Toko Handmadekania. Ia mengaku sempat kewalahan menentukan formula harga yang pas sebelum mengikuti program ini.
“Sesi edukasi BisaMatika ini adalah yang paling kami tunggu karena dampaknya langsung terasa pada kelangsungan usaha. Kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang strategi penetapan harga jual online yang tepat untuk menjaga margin keuntungan. Pengetahuan ini menjadi solusi praktis agar UMKM tidak boncos atau merugi di tengah fluktuasi dan naiknya biaya bahan baku saat ini,” ujarnya.
Editor: Agung Bakti Sarasa