Milangkala Tatar Sunda Berakhir, Dedi Mulyadi Klaim Hotel dan Kuliner Bandung Penuh!
Lanjutan Acara di Gedung Sate
Puncak rangkaian Milangkala Tatar Sunda berlanjut pada Minggu (17/5/2026) malam melalui acara Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda yang digelar di area Parkir Barat Gedung Sate.
Seluruh rangkaian acara dapat disaksikan masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya.
Sorotan DPRD: Kritik Soal Sejarah dan Anggaran
Di balik kemeriahan acara, gelaran Milangkala Tatar Sunda juga sempat mendapat sorotan dari DPRD Jawa Barat dalam rapat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur 2025.
Anggota DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, menilai terdapat persoalan dalam narasi sejarah yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyoroti transparansi anggaran yang dinilai belum sepenuhnya jelas.
Menurutnya, konsep sejarah yang dibawa dalam acara itu perlu ditinjau ulang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Selain itu, muncul pula pertanyaan terkait penggunaan anggaran yang disebut mencapai miliaran rupiah di beberapa titik kegiatan, yang dinilai perlu penjelasan lebih lanjut kepada publik.
Meski demikian, pemerintah provinsi menegaskan bahwa penyelenggaraan Milangkala Tatar Sunda bertujuan untuk melestarikan budaya Sunda sekaligus mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Editor : Rizal Fadillah