Animo Meledak! Diikuti 4.000 Peserta, 97 Persen Pelari Bandoeng 10K 2026 Berhasil Sentuh Garis Finis
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Matahari belum sepenuhnya terbit ketika ribuan pelari memadati kawasan Jalan Naripan, Minggu (18/5/2026) pagi. Mereka bersiap di garis start ajang bank bjb Bandoeng 10K 2026 yang menjadi pembuka rangkaian The Ultimate 10K Series.
Tepat pukul 05.00 WIB, flag off dilakukan oleh Muhammad Farhan, Susi Pudjiastuti, Hana Dartiwan, Andi Budiman, serta Satyo Haryo Wibisono di depan kantor bank bjb.
Tahun ini, jumlah peserta mencapai 4.000 pelari, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang diikuti 3.000 peserta.
The Ultimate 10K Series merupakan kolaborasi lomba lari di empat kota, yakni Bandung, Tangerang, Surabaya, dan Semarang.
Mengusung tema “Bandung Bercerita”, para peserta melintasi rute point-to-point melalui sejumlah ruas utama Kota Bandung seperti Jalan Asia Afrika dan Jalan Merdeka sebelum finis di Balai Kota Bandung di Jalan Wastukencana.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai konsep Ultimate Series menjadi terobosan baru dalam memperkuat kolaborasi antarkota melalui olahraga.
“Ide ultimate series ini sebuah terobosan yang sangat bagus karena membuat empat kota penyelenggara melibatkan diri secara aktif dan membangun kolaborasi,” ujarnya.
Menurut Farhan, sport tourism juga memberi dampak nyata terhadap evaluasi infrastruktur perkotaan.
“Dengan event seperti ini kita dapat masukan, misalnya jalan masih kurang bagus, belum aman, atau lampu belum menyala. Itu menjadi evaluasi agar pembangunan infrastruktur berdampak langsung,” katanya.
Ia menegaskan kualitas jalan kota harus nyaman bukan hanya untuk kendaraan bermotor, tetapi juga ramah bagi pejalan kaki, pelari, pesepeda, hingga penyandang disabilitas.
“Jalan terbaik adalah jalan yang ramah untuk pejalan kaki dan penggemar olahraga lari atau jogging,” ucapnya.
Direktur Keuangan bank bjb, Hana Dartiwan, mengatakan pihaknya ingin event ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kota.
Ia menyebut peningkatan jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap olahraga lari terus tumbuh.
“Tahun lalu 3.000 peserta, sekarang 4.000. Ini menunjukkan antusiasme pelari di Kota Bandung semakin meningkat,” katanya.
Menurut Hana, kolaborasi dengan UMKM lokal menjadi salah satu kekuatan utama penyelenggaraan tahun ini.
“Banyak produk lokal mendapatkan exposure lebih luas dan mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menilai pelaksanaan Bandoeng 10K berlangsung lancar.
Ia menyebut perlombaan dimulai tepat waktu dengan suhu udara sekitar 21 derajat Celsius dan rute steril sehingga mendukung kenyamanan peserta.
“Overall acara ini oke banget. Start tepat waktu, suhu kondusif, dan rutenya steril,” kata Adi.
Menurutnya, event sport tourism seperti ini berdampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal, mulai dari okupansi hotel hingga konsumsi dan belanja masyarakat.
Dari sisi keselamatan, ia memastikan tidak ada insiden medis serius selama perlombaan berlangsung.
“Jumlah pelari yang finis mencapai 97 persen dari total peserta yang start,” imbuhnya.
Rangkaian pembuka di Bandung juga mendapat apresiasi dari Agustina Wilujeng Pramestuti.
Menurutnya, atmosfer Bandoeng 10K berlangsung meriah dan didukung suasana Kota Bandung yang sejuk.
“Bandung didukung suasana yang dingin dan sangat indah,” katanya.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Semarang telah bersiap menjadi tuan rumah seri penutup The Ultimate 10K Series pada akhir tahun nanti.
“Kehadiran kami di Bandung juga untuk mempelajari hal-hal positif yang bisa diadopsi,” ujarnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa