Soroti Transformasi Digital Auditor, DIA FEB UNPAD dan AAFI Gelar Webinar Pengungkapan Fraud
Dalam pemaparannya, Dr. Srihadi membedah evolusi pendeteksian kecurangan (fraud) dari kacamata akademis. Ia menyoroti bagaimana taktik pelaku penyimpangan keuangan telah bermutasi mengikuti perkembangan zaman.
"Jika pada masa lalu fraud lebih banyak dilakukan melalui manipulasi dokumen fisik atau penyalahgunaan wewenang secara konvensional, saat ini polanya berkembang ke arah yang jauh lebih kompleks. Perubahan tersebut menyebabkan metode pengawasan dan pendekatan audit tradisional menghadapi tantangan baru yang jauh lebih dinamis dibandingkan sebelumnya," papar Dr. Srihadi.
Senada dengan hal tersebut, Muh. Abdur Rohman dari BPK RI mengupas tuntas sisi praktis penggunaan data science. Menurutnya, volume data digital yang raksasa saat ini tidak lagi bisa diawasi dengan cara-cara lama, melainkan harus memanfaatkan kecanggihan analisis algoritma.
"Kita perlu memanfaatkan analisis data science secara optimal untuk mendeteksi pola anomali serta potensi penyimpangan, baik pada data keuangan maupun transaksi digital. Penting bagi kita semua—auditor, akademisi, hingga ahli teknologi informasi—untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan era digital ini," tegas Muh. Abdur Rohman.
Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial saja, melainkan menjadi ruang kolaborasi strategis yang kontinu dalam mendorong pengembangan kompetensi auditor digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Editor : Agung Bakti Sarasa