get app
inews
Aa Text
Read Next : Sempat Gegerkan Warga, Begini Kondisi Terkini Mobil Tangki BBM yang Terbakar di Cianjur

Warga Sukaluyu Cianjur Jadi Saksi Seni Budaya Sunda Wayang Golek Masih Lestari

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:06 WIB
header img
Pagelaran wayang golek di Lapangan Baraja, Desa/Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur menjadi penghapus dahaga masyarakat akan seni dan budaya Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)

CIANJUR, iNewsBandungRaya.id - Warga Desa/Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, menjadi saksi seni dan budaya Sunda, wayang golek masih lestari. Kesenian khas Sunda yang saran pesan moral itu masih eksis menghibur masyarakat.  

Pagelaran wayang golek tersebut berlangsung di Lapangan Baraja, Kampung Nyalindung RT 01/04, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Senin (25/5/2026) malam.

Acara yang dikemas dalam tema “Malam Tasyakur Budaya” itu merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika.

Ribuan warga Desa Saluyu memadati Lapangan Baraja. Sedangkan wayang golek dibawakan oleh Dalang Ki Kodrat E Taryana dari LS Putra Giri Loka Cianjur. 

Sebelum pagelaran wayang dimulai, acara dimeriahkan dengan penampilan rampak tari dari Sanggar Kuta Laras Ciranjang binaan Metty Triantika.

Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika mengatakan, tasyakur budaya digelar sebagai bentuk rasa syukur dan upaya menjaga ruang kebudayaan tetap hidup di tengah masyarakat.

“Budaya adalah rumah bersama. Wayang golek bukan sekadar hiburan, tetapi media pendidikan, ruang silaturahmi, dan pengingat bahwa pembangunan harus berjalan berdampingan dengan pelestarian nilai-nilai budaya,” kata politisi Partai Golkar dan Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Jabar itu.

Pj Kepala Desa Sukaluyu Enang mengatakan, tasyakur budaya menjadi ruang pemersatu masyarakat. Selain itu, sarana pelestarian budaya Sunda yang mulai jarang ditampilkan di tengah masyarakat.

“Kami merasa bangga karena budaya seperti wayang golek masih diberi ruang besar. Ini bukan hanya hiburan rakyat, tetapi bagian dari pendidikan budaya dan penguatan identitas masyarakat Sunda di tengah perubahan zaman,” kata Enang.


Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika memberikan sambutan dalam acara Malam Tasyakur Budaya di Desa Sukaluyu, Cianjur. (FOTO: ISTIMEWA)

Selama beberapa hari melaksanakan reses, Metty Triantika mengunjungi sejumlah desa di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Cianjur. 

Metty menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan berbagai usulan pembangunan telah direalisasikan oleh Pemkab Cianjur.
 
Dia menegaskan, reses tidak boleh berhenti hanya pada penyerapan aspirasi, tetapi harus melahirkan realisasi nyata yang dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.

Sejumlah aspirasi masyarakat yang sebelumnya diserap dalam reses, ujar Metty, telah direalisasikan pada tahun anggaran berjalan. 

Di antaranya, bantuan pembangunan puskesmas di Desa Kademangan, Kecamatan Mande dan bantuan sumur bor di Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung.

Kemudian bantuan hotmix jalan di Desa Sukatani Kecamatan Haurwangi. Bantuan untuk Puskesmas Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung. Lalu, hotmix jalan lingkungan di Desa Jamali, Kecamatan Mande.

Desa Sukaluyu juga memperoleh bantuan pemasangan KWH listrik gratis bagi masyarakat. Metty juga sempat membantu operasional komunitas penyandang disabilitas di Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung. 

Bantuan laptop untuk kegiatan PKK di Desa Cikondang dan dukungan bagi sanggar seni budaya baik melalui APBD maupun bantuan pribadi secara langsung.

Pada malam penutupan reses tersebut, sejumlah warga tampak menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Metty Triantika. 

Aspirasi datang dari berbagai unsur masyarakat, dari pengurus Partai Golkar, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu pengajian. 

Mereka berharap perhatian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan kepemudaan.

Salah satu aspirasi yang langsung direspons Metty malam itu adalah permohonan bantuan seragam seni hadroh untuk pemuda dan pengajian di Desa Sukaluyu.

Saat itu juga Metty langsung memberikan bantuan dari dana pribadi untuk mendukung kebutuhan kelompok seni hadroh warga.

Suasana dialog berlangsung hangat dan cair. Warga terlihat leluasa menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat, sementara Metty menanggapi satu per satu usulan yang disampaikan warga hingga larut malam.

Pj Kepala Desa Sukaluyu Enang Suherlin memberikan apresiasi atas pola reses Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. 

Enang menilai, reses Metty mampu menyentuh kebutuhan masyarakat dari tingkat bawah hingga menghasilkan realisasi konkret.

Selama ini, kata Enang, masyarakat sering memandang reses hanya sebatas agenda formal penyerapan aspirasi. Namun yang dilakukan Ketua DPRD berbeda. Sebab, masyarakat dapat melihat langsung hasil dan tindak lanjutnya. 

"Banyak kebutuhan warga yang benar-benar diperjuangkan sampai terealisasi,” kata Enang.

Sementara itu, Partai Golkar Cianjur melalui Pengurus, Kecamatan Golkar Sukaluyu turut memberikan penghargaan khusus kepada Metty Triantika sebagai “Pengemban Aspirasi Publik Terbaik”.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua PK Golkar Sukaluyu Ahmad Rifai sebagai bentuk apresiasi atas dinilai berhasilnya pelaksanaan reses yang dianggap menyerap aspirasi masyarakat dari hulu hingga hilir.

Sejumlah pengurus PK Golkar se-Dapil IV meliputi Kecamatan Sukaluyu, Ciranjang, Mande, Bojongpicung, dan Kecamatan Haurwangi turut hadir membersamai rangkaian kegiatan reses Metty Triantika.

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut