Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Dinilai Terlalu Banyak Buka Informasi, Minim Kejelasan Tindak Lanjut
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Bea Cukai, KPK Diminta Buka Kartu Soal Emas 5,3 Kg dan Peta Perkara

Rabu, 27 Mei 2026 | 06:25 WIB
  • author Bennazir
Kasus Bea Cukai, KPK Diminta Buka Kartu Soal Emas 5,3 Kg dan Peta Perkara
Gedung KPK. (Foto: Ist)

Ia mempertanyakan apakah belum munculnya tersangka baru disebabkan alat bukti yang belum cukup atau justru karena penyidikan mengalami selective narrowing atau penyempitan fokus hanya pada Blue Ray Cargo. Gautama menilai situasi tersebut berisiko membuat simpul lain dalam jaringan memiliki ruang untuk beradaptasi dan menghilangkan jejak.

“Dalam kontra intelijen, ketika penyidik terlalu lama fokus pada satu jalur pembuktian, maka jaringan lain punya waktu untuk membersihkan diri, memutus komunikasi, memindahkan aset, hingga membangun narasi perlindungan. Itu yang disebut network adaptation dan counter-exposure mitigation,” ujarnya.

Ia juga menyoroti riuh istilah “List Biru”, “List Coklat”, hingga berbagai kode warna yang sempat berkembang di ruang publik pada awal perkara. Namun setelah menelaah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta dokumen dakwaan, Gautama menyebut tidak ada satu pun dokumen resmi yang secara eksplisit memuat daftar warna selain “List Biru”.

Menurutnya, publik telanjur dibentuk oleh konstruksi awal yang belum tentu seluruhnya terkonfirmasi dalam proses hukum. Dalam kajian kontra intelijen, fenomena tersebut disebut narrative contamination, yakni ketika persepsi awal terlanjur menguasai ruang publik meski fakta hukum berkembang berbeda.

“Kalau memang ada koreksi atau penyempitan konstruksi perkara, maka itu juga harus dijelaskan secara proporsional. Jangan sampai publik terus hidup dalam framing awal yang belum tentu identik dengan pembuktian di persidangan,” kata Gautama.

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut