Nurul Arifin Beri Apresiasi Tinggi untuk Karya Seni Berbasis Riset
“Sore ini saya hadir di pameran Lukisan Nawasena. Karya para profesor ya, mereka meneliti begitu hasil penelitian yang dituangkan secara visual dalam batik,hingga karya seni hasil transformasi sampah plastik dan berbagai media lainnya," kata Nurul Arifin, disela-sela kunjungan pameran, Selasa (2/6/2026).
Nurul menilai pameran Nawasena yang melibatkan para seniman dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Kristen Maranatha, ISBI Bandung, Universitas Adi Buana Surabaya dan sejumlah institusi lainnya ini, penting untuk terus dilestarikan karena mampu mengangkat kembali warisan budaya dan sejarah yang selama ini kurang mendapat perhatian publik.
“Banyak karya budaya yang terkikis oleh waktu. Kalau bukan akademisi, peneliti, dan para profesor yang menggali serta mengangkatnya kembali, mungkin karya-karya dan kisah sejarah tersebut tidak akan muncul ke permukaan,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmat Jabaril mengungkapkan pameran mengusung tema ‘Nawasena’ yang dimaknai sebagai pencerahan. Tema ini, menurutnya, menggambarkan upaya menghadirkan kembali berbagai pengetahuan, sejarah, dan nilai budaya yang selama ini belum banyak terungkap melalui pendekatan seni berbasis penelitian.
“Antusiasme masyarakat mengunjungi pameran ini menarik, terbukti dengan isi tamu yang hadir. Mungkin ini untuk keperluan studi banyak mahasiswa yang mengapresiasi selain seniman,” kata Rahmat Jabaril. (*)
Editor : Abdul Basir