Harga Pertamax Naik, Guru Besar UPI: Efisiensi Energi dan Swasembada Jadi Kunci
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id -Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah perlu direspons melalui langkah-langkah adaptif sekaligus strategi jangka panjang yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional.
Guru Besar Ekonomi Mikro, Pendidikan Ekonomi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Eeng Ahman menilai efisiensi penggunaan energi, perlindungan terhadap masyarakat melalui BBM bersubsidi, serta percepatan swasembada energi menjadi solusi utama untuk menghadapi gejolak harga energi global yang semakin dinamis.
Menurut Prof. Eeng Ahman, kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi global, khususnya meningkatnya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya impor energi. Dalam perspektif ekonomi mikro, kedua faktor tersebut secara langsung memengaruhi struktur biaya dan pembentukan harga BBM di dalam negeri.
“Dalam teori ekonomi, ketika suatu barang menjadi makin langka atau biaya memperolehnya meningkat, maka harga cenderung naik. Begitu pula untuk barang impor, pelemahan nilai mata uang domestik akan meningkatkan biaya pengadaan. Karena itu, kombinasi kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah memberikan tekanan yang kuat terhadap harga BBM di dalam negeri,” ujar Prof. Eeng Ahman dikutip, Rabu (17/6/2026).
Kenaikan harga BBM, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada peningkatan biaya produksi, tetapi juga memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Masyarakat cenderung menyesuaikan pola pengeluaran dan mobilitasnya ketika biaya energi meningkat. Di sisi lain, pelaku usaha, terutama UMKM yang bergerak pada sektor transportasi, kuliner, dan jasa pengantaran, menghadapi kenaikan biaya operasional yang berpotensi menekan produktivitas usaha.
Editor : Abdul Basir