get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Pertamax Melonjak, Warga Bandung Dilema: Ada yang Sunat Uang Jajan, Ada yang Ogah Turun Kelas

Harga Pertamax Naik, Guru Besar UPI: Efisiensi Energi dan Swasembada Jadi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 | 14:25 WIB
header img
Kementerian ESDM menyebut bahwa harga batas atas atau nilai keekonomian BBM non subsidi naik jadi Rp16.000 per liter, dari yang sebelumnya Rp14.526 per liter. (Foto: Ist).

Lebih jauh, Prof. Eeng menekankan bahwa solusi paling mendasar untuk mengurangi dampak gejolak harga minyak dunia adalah memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan kapasitas produksi energi domestik, memperluas pembangunan kilang minyak, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi nasional agar ketergantungan terhadap pasar global dapat dikurangi secara bertahap. 

“Dalam jangka panjang pemerintah harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi energi domestik dan upaya mencapai swasembada energi,” ujarnya. “Dengan demikian, Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi global di masa mendatang.” 

Prof. Eeng menambahkan bahwa penguatan ketahanan energi perlu berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan dan sektor produktif lainnya. Dengan fondasi ekonomi yang lebih mandiri, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi meskipun menghadapi ketidakpastian global. 

Pandangan Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.S. menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM perlu dilihat sebagai tantangan sekaligus momentum untuk memperkuat efisiensi energi dan membangun kemandirian energi nasional. 

Dalam jangka pendek, perlindungan terhadap masyarakat melalui BBM bersubsidi dan peningkatan efisiensi penggunaan energi menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli. Sementara dalam jangka panjang, percepatan swasembada energi dan penguatan ketahanan energi nasional menjadi strategi kunci untuk mengurangi kerentanan Indonesia terhadap gejolak harga energi global. (*)

Editor : Abdul Basir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut