Gigitan Nyamuk Saguling Bikin Heboh: Luka Mirip Cacar Air Menghantui Anak-Anak di 5 RW KBB
BANDUNG BARAT, iNews BandungRaya.id - Wabah nyamuk di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih belum teratasi dan terus meluas.
Berdasarkan data pihak Desa Rancapanggung terdapat 5 RW yang terdampak langsung karena berdekatan dengan bantaran Waduk Saguling yang jadi sumber berkembang biak nyamuk karena dipenuhi sampah eceng gondok.
Yakni di wilayah RW 4, 5, 8, 9, dan 10 dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai sekitar kurang lebih 2.000. Fenomena wabah nyamuk baru terjadi di tahun ini dan disebabkan karena menumpuknya sampah eceng gondok di Waduk Saguling.
Guna mengurangi wabah nyamuk, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis dan Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat menyerahkan bantuan alat fogging ke Desa Rancapanggung, Kamis (18/6/2026).
Penyerahan bantuan peralatan fogging dan cairan insektisida dilakukan oleh Senior Analis Pengelolaan Destinasi PT Palawi Risorsis, Sunti Rusminiati dan Ketua FPLH Jawa Barat, Thio Setiowekti kepada Sekdes Rancapanggung, Yedi Setiadi.
"Kami berkolaborasi dengan FPLH Jawa Barat, hari ini memberikan dua unit peralatan fogging. Semoga bisa membantu Pemerintah Desa Rancapanggung dalam mengatasi wabah nyamuk," terangnya.
Ia berharap bantuan ini menjadi solusi mengingat peralatan yang dimiliki pemerintah desa sebelumnya masih terbatas kapasitasnya. Padahal wilayah terdampak wabah nyamuk yang harus dicover cukup luas.
Dukungan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk mendukung kesehatan masyarakat di wilayah sekitar hutan dan perairan. Seperti yang sudah dilakukan dibeberapa tempat lain dengan sarana yang berbeda.
Pihaknya juga bakal membahas rencana penanganan jangka panjang bersama pimpinan perusahaan, termasuk ke depannya kemungkinan mengembangkan gerakan sosial bersama.
"Semoga ke depan bisa berkolaborasi lagi melalui berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan atau pun yang lain," ucapnya.
Ketua FPLH Jawa Barat, Thio Setiowekti menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Direksi PT Perhutani Alam Wisata Risorsis yang peka dengan kondisi permasalahan di masyarakat Desa Rancapanggung.
Bantuan dua mesin fogging yang mampu menjangkau area hingga 20 hektare ini diharapkan mampu menekan perkembangbiakan nyamuk. Serta menjadi stimulus bagi BUMN lain untuk melakukan hal yang sama.
Melalui program TJSL membantu warga Desa Rancapanggung yang terdampak wabah nyamuk.
"Seharusnya BUMN lain turut berkontribusi bersama-sama turun memberi bantuan, jangan sampai menunggu ada korban. Ini kan persoalan yang jadi tanggung jawab bersama," tegasnya.
Sementara itu Sekretaris Desa Rancapanggung, Yedi Setiadi berterima kasih atas bantuan peralatan fogging yang diberikan. Hal ini sangat membantu mengingat di Desa Rancapanggung terdapat 13 RW yang belum semuanya difogging.
"Wabah nyamuk dari sampah eceng gondok di Waduk Saguling ini sudah berjalan antara 4-5 bulan. Upaya pembersihan terhalang keterbatasan alat berat dan biaya, makanya penanganan jangka pendeknya melalui fogging untuk memutus perkembang biakan nyamuk," ucapnya.
Menurutnya, saat ini serangan nyamuk pun kini mulai dikeluhkan petugas di Kantor Desa Rancapanggung terutama di malam hari. Padahal lokasi kantor desa berjarak cukup jauh dari bantaran Waduk Saguling.
"Serangan nyamuk ini cukup mengkhawatirkan, karena gigitannya bisa menimbulkan luka seperti cacar air dan berbekas. Terus di RW 13 juga tercatat ada laporan 7 warga dirawat di rumah sakit akibat DBD dalam dua bulan terakhir," pungkasnya.
Editor : Rizki Maulana