Hanya 14% Orang Indonesia yang Merasa Aman Secara Finansial, Ternyata Ini Biang Keroknya!
Beda Nasib yang Punya "Peta Finansial"
Meski situasinya menantang, ada satu fakta menarik yang bisa menjadi kunci penyelamat. Studi ini menemukan jurang perbedaan yang sangat lebar antara mereka yang punya rencana keuangan matang dengan yang hidup mengalir begitu saja.
Warga yang memiliki perencanaan keuangan jangka panjang terbukti tiga kali lipat lebih percaya diri (86%) dalam menatap masa depan dan mencapai target hidup mereka, dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki rencana (hanya 25%).
"Bagi mayoritas masyarakat kita, rasa aman finansial itu bukan cuma soal diri sendiri, tapi erat kaitannya dengan kemampuan menghidupi keluarga dan orang-orang tercinta," ungkap Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia.
Ia menambahkan bahwa di tengah situasi yang serba dinamis ini, memiliki literasi yang baik serta didampingi mitra keuangan yang tepat adalah benteng pertahanan terbaik.
Gen AI: Senjata Baru Berburu Cuan dan Info Keuangan
Ada tren unik yang terekam dalam riset tahun 2026 ini. Alih-alih hanya datang ke konsultan konvensional, masyarakat Indonesia kini mulai melek teknologi untuk urusan isi dompet.
68% Responden mengaku sudah memanfaatkan kecerdasan buatan (Generative AI) untuk mencari tips investasi, mengelola anggaran, hingga panduan finansial.
67% Responden memprediksi ketergantungan mereka terhadap AI untuk urusan keuangan ini akan semakin meningkat drastis dalam setahun ke depan.
Meski teknologi menyajikan data secara instan, riset ini tetap menegaskan bahwa kecerdasan buatan hanyalah alat bantu. Pada akhirnya, pemahaman dasar (literasi) individu dalam menyaring informasi dan mengeksekusi rencana keuangan tetap menjadi penentu utama apakah seseorang bisa keluar dari jerat kecemasan finansial atau tidak.
Editor : Agung Bakti Sarasa