Geger! 4.000 Buruh Pabrik Nike di Bandung Dirumahkan, Ancaman PHK Massal Mengintai
Gangguan Rantai Pasok Global Jadi Sorotan
Selain faktor pesanan, Said juga menyoroti kemungkinan terganggunya rantai pasok bahan baku. Selama ini, bahan produksi PT Feng Tay disebut banyak bergantung pada suplai langsung dari pihak Nike.
Namun, dinamika geopolitik global yang melibatkan beberapa negara besar diduga ikut memengaruhi distribusi bahan baku, sehingga terjadi keterlambatan pasokan ke pabrik.
Perubahan pemasok tersebut dinilai berdampak langsung pada aktivitas produksi dan keberlangsungan kerja ribuan buruh.
KSPI Akan Turun ke Lapangan
Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Said Iqbal menyatakan akan melakukan kunjungan langsung ke PT Feng Tay di kawasan Banjaran–Soreang, Kabupaten Bandung, pada Senin (22/6/2026).
Ia ingin memverifikasi jumlah pekerja yang masih aktif serta memastikan kondisi 4.000 buruh yang saat ini dirumahkan.
“Saya mau cek apakah benar ada 4.000 karyawan yang dirumahkan,” ujarnya.
Dorong Intervensi Pemerintah dan Mitigasi PHK
Said menegaskan pemerintah perlu hadir dalam menyelesaikan potensi krisis ketenagakerjaan ini. Salah satu mekanisme yang didorong adalah penggunaan code of conduct dalam rantai pasok perusahaan global seperti Nike, serta merek lain seperti Adidas dan Puma.
KSPI juga berencana mengirimkan surat kepada manajemen perusahaan dan pihak brand untuk mendorong perpanjangan kontrak produksi agar pekerja tidak terdampak PHK permanen.
“Saya akan meyakinkan agar ordernya jangan dikurangi dan kalau bisa diperpanjang,” kata Said.
Selain itu, ia juga membuka opsi relaksasi pajak dan insentif produksi agar perusahaan dapat mempertahankan operasional dan tenaga kerja.
Editor : Rizal Fadillah